kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.153   -6,00   -0,03%
  • IDX 5.097   39,78   0,79%
  • KOMPAS100 657   5,57   0,85%
  • LQ45 518   2,72   0,53%
  • ISSI 170   0,84   0,50%
  • IDX30 291   1,43   0,49%
  • IDXHIDIV20 391   -0,27   -0,07%
  • IDX80 76   0,57   0,76%
  • IDXV30 109   -0,28   -0,25%
  • IDXQ30 97   -0,51   -0,52%

Bank Mandiri Siapkan Opsi Pelunasan Obligasi Perpetual Bond AT1, Ini Penjelasannya


Senin, 02 November 2026 / 20:08 WIB
Bank Mandiri Siapkan Opsi Pelunasan Obligasi Perpetual Bond AT1, Ini Penjelasannya
ILUSTRASI. Nasabah menabung di Bank Mandiri, Jakarta, (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjelaskan penerbitan instrumen Additional Tier 1 (AT1) dalam bentuk perpetual bond atau obligasi tanpa jatuh tempo. Bank Mandiri menetapkan tingkat imbal hasil atau kupon awal sebesar 7,35% per tahun melalui proses bookbuilding dengan investor global.

Dalam penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2 November 2026, Bank Mandiri menyebut penerbitan instrumen tersebut merupakan bagian dari strategi pengelolaan permodalan jangka panjang untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Rencana penerbitan ini juga telah tercantum dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) periode 2026–2028 yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir 2025.

Baca Juga: Bank Mandiri Akan Melepas 20% Saham Inhealth ke IFG Life, Nilainya Rp 570 Miliar

Bank Mandiri menjelaskan, instrumen AT1 berbeda dengan penerbitan saham biasa. Pasalnya, instrumen tersebut dapat memperkuat modal inti tambahan tanpa menambah jumlah saham beredar sehingga tidak menyebabkan dilusi kepemilikan pemegang saham.

“OJK telah memberikan persetujuan atas pengakuan hasil penerbitan instrumen tersebut sebagai komponen modal inti tambahan (AT1) Bank Mandiri,” tulis Senior Vice President Corporate Secretary Group Bank Mandiri, Adhika Vista dalam keterbukaan informasi pada Senin (2/11/2026).

Adapun tingkat distribusi awal sebesar 7,35% per tahun ditetapkan melalui proses bookbuilding dengan investor internasional pada 3 September 2026. Penetapan imbal hasil tersebut mempertimbangkan kondisi pasar dan permintaan investor.

Bank Mandiri menyebut tingkat tersebut setara dengan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) tenor lima tahun sebesar 4,48%, ditambah pricing spread sebesar 287 basis poin (bps).

Sebagai perbandingan, saat penetapan harga, imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia berdenominasi dolar AS tenor lima tahun tercatat sebesar 5,13%. Sementara itu, obligasi senior dolar AS Bank Mandiri menawarkan imbal hasil sebesar 5,51%.

Menurut Adhika, perbedaan imbal hasil tersebut mencerminkan karakteristik risiko instrumen AT1 yang bersifat subordinasi, tidak memiliki jatuh tempo (perpetual), serta memiliki mekanisme penyerapan kerugian. Karakteristik ini berbeda dengan obligasi senior.

Baca Juga: Bank Mandiri (BMRI) Telah Terbitkan Perpetual Bond US$ 750 Juta, Beri Bunga 7,35%

Terkait pelunasan, Bank Mandiri menyebut 10 September 2031 merupakan First Reset Date, yakni tanggal penyesuaian pertama tingkat distribusi, bukan tanggal jatuh tempo maupun tanggal pelunasan wajib.

Bank Mandiri memiliki hak, tetapi tidak berkewajiban, untuk melakukan pelunasan melalui opsi beli atau call option. Keputusan tersebut akan mempertimbangkan kondisi pasar, biaya pendanaan, serta kebutuhan dan kecukupan modal bank, dengan tetap memenuhi persyaratan instrumen dan memperoleh persetujuan OJK.

“Apabila opsi pelunasan tidak dilaksanakan, instrumen tetap berlaku dengan tingkat distribusi yang disesuaikan berdasarkan imbal hasil acuan US Treasury yang berlaku ditambah spread tetap sesuai ketentuan penerbitan,” tulis manajemen.

Dalam penerbitan ini, Mandiri Securities Pte. Ltd. bertindak sebagai salah satu Joint Lead Managers bersama HSBC, J.P. Morgan, dan Standard Chartered.

Mandiri Securities bersama para Joint Lead Managers lainnya mendukung proses penerbitan, mulai dari penyusunan struktur dan dokumen, pemasaran kepada investor, pelaksanaan bookbuilding, hingga distribusi dan alokasi instrumen kepada investor.

Bank Mandiri juga menjelaskan bahwa keterlibatan Mandiri Securities merupakan transaksi afiliasi. Namun, perseroan menyatakan transaksi tersebut memenuhi ketentuan pengecualian prosedur berdasarkan POJK Nomor 42/POJK.04/2020 karena kepemilikan perseroan atas perusahaan tersebut paling sedikit 99%. Bank Mandiri juga telah memenuhi kewajiban pelaporan transaksi afiliasi kepada OJK pada 7 September 2026.

Baca Juga: Bank Mandiri Taspen Perkuat Layanan Berorientasi Kebutuhan Nasabah Pensiunan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×