kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.153   -6,00   -0,03%
  • IDX 5.097   39,78   0,79%
  • KOMPAS100 657   5,57   0,85%
  • LQ45 518   2,72   0,53%
  • ISSI 170   0,84   0,50%
  • IDX30 291   1,43   0,49%
  • IDXHIDIV20 391   -0,27   -0,07%
  • IDX80 76   0,57   0,76%
  • IDXV30 109   -0,28   -0,25%
  • IDXQ30 97   -0,51   -0,52%

Multifinance Masih Andalkan Pendanaan Bank, Penerbitan Obligasi Justru Anjlok 33,1%


Senin, 02 November 2026 / 19:20 WIB
Multifinance Masih Andalkan Pendanaan Bank, Penerbitan Obligasi Justru Anjlok 33,1%
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Kantor Mandiri Tunas Finance, Jakarta (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan perbankan tetap menjadi sumber pendanaan terbesar bagi industri multifinance, sedangkan obligasi berperan sebagai alternatif diversifikasi pendanaan. Hal itu berdasarkan data yang dihimpun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejauh ini.

Berdasarkan data OJK per Juni 2026, pendanaan perbankan di industri multifinance mencapai Rp 283,49 triliun. Porsinya sebesar 74,33% terhadap total pendanaan industri.

"Dominasi tersebut mencerminkan peran fasilitas kredit bank dalam mendukung kegiatan pembiayaan multifinance," ucap Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin kepada Kontan, Minggu (1/11/2026).

Baca Juga: Bunga Kredit Mobil Listrik Berbeda-beda, Ini Penjelasan ACC

Sementara itu, Ahmad menerangkan penerbitan obligasi oleh multifinance diperkirakan tetap berlangsung. Dia bilang utamanya dilakukan oleh perusahaan multifinance dengan profil kredit kuat dan akses pasar modal yang luas. "Namun, aktivitasnya makin dipengaruhi oleh biaya pendanaan dan kebutuhan refinancing," tuturnya.

Ahmad menyampaikan Pefindo mencatat, penerbitan surat utang multifinance hingga September 2026 mencapai Rp 19,62 triliun, atau turun 33,1% secara Year on Year (YoY). Dia menyebut penurunan itu menunjukkan bahwa penerbitan obligasi menjadi lebih selektif di tengah kenaikan suku bunga dan pertumbuhan pembiayaan yang moderat, meskipun kebutuhan pendanaan perusahaan masih berlanjut.

Lebih lanjut, Ahmad menyampaikan sejauh ini, obligasi menjadi sumber pendanaan terbesar kedua di multifinance. Dia bilang surat berharga yang diterbitkan multifinance mencapai Rp 72,16 triliun per Juni 2026. Porsinya sebesar 18,92% terhadap total pendanaan, sedangkan sisanya berasal dari pinjaman subordinasi dan sumber pendanaan lainnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×