kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.521   21,00   0,12%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Realisasi kredit 2014 dibawah ekspektasi OJK & BI


Kamis, 26 Februari 2015 / 11:37 WIB
ILUSTRASI. Kiki Martabak Bogor


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pertumbuhan kredit industri perbankan pada tahun lalu melambat. Realisasi pertumbuhan kredit bank umum secara industri itu di bawah ekspektasi Bank Indonesia (BI) maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berdasarkan data OJK per Desember 2014, jumlah kredit yang dikucurkan bank umum mencapai Rp 3.526,36 triliun. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan kredit bank umum hanya sebesar 11,66% secara year on year (yoy).

Jelas realisasi ini gagal mencapai arahan BI dimana pertumbuhan kredit bank umum sebesar 15% - 17% yoy pada tahun lalu. Sementara arahan OJK adalah sebesar 16% - 18% untuk tahun lalu.

Capaian pertumbuhan kredit bank umum pada tahun lalu juga jauh melambat dibandingkan pertumbuhan di tahun 2013. Kala itu, jumlah kredit yang disalurkan bank umum mencapai Rp 3.158,09 triliun. Jumlah ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 21,60% secara yoy dibanding akhir 2012 yang mencapai Rp 2.597,02 triliun.

"Lambatnya pertumbuhan kredit tahun lalu tak lepas kondisi likuiditas yang ketat. Selain itu pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2014 juga turun menjadi 5,2%. Otomatis, permintaan kredit terhadap industri perbankan juga turun," kata Josua Pardede Ekonom Bank Permata, Kamis (26/2).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×