kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Rupiah Melemah, OJK Sebut Biaya Klaim Asuransi Berpotensi Naik


Jumat, 10 April 2026 / 19:21 WIB
Rupiah Melemah, OJK Sebut Biaya Klaim Asuransi Berpotensi Naik
ILUSTRASI. Rupiah melemah ternyata ancam industri asuransi dengan kenaikan biaya klaim. Potensi kerugian besar bagi perusahaan dan penyesuaian premi bagi nasabah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi menekan kinerja industri asuransi melalui peningkatan biaya klaim. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, kondisi ini dapat berdampak pada lini asuransi kendaraan maupun asuransi kesehatan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, pada asuransi kendaraan, kenaikan harga suku cadang impor dapat mendorong meningkatnya biaya perbaikan.

Sementara itu, pada asuransi kesehatan, lonjakan harga obat, alat kesehatan, serta layanan medis yang bergantung pada komponen impor turut berpotensi menaikkan biaya klaim.

“Hal ini pada akhirnya dapat memengaruhi besaran klaim yang harus ditanggung oleh perusahaan," ujar Ogi dalam jawaban tertulis OJK, Kamis (9/4/2026).

Baca Juga: Saham Big Banks Ditutup Menguat di Akhir Pekan Ini, Begini Proyeksi Analis

Untuk meredam dampak tersebut, industri asuransi melakukan sejumlah langkah mitigasi. Di antaranya melalui penyesuaian premi secara bertahap, penguatan manajemen risiko dan reasuransi, serta pengendalian biaya dengan menjalin kerja sama bersama bengkel dan fasilitas kesehatan.

"Untuk mengantisipasi hal tersebut, industri melakukan langkah-langkah seperti penyesuaian premi secara bertahap, penguatan manajemen risiko dan reasuransi," tuturnya.

Dari sisi regulator, OJK menegaskan pentingnya penerapan prinsip kehati-hatian serta transparansi manfaat kepada nasabah. Selain itu, OJK juga mendorong penguatan pengelolaan biaya layanan kesehatan guna menjaga keseimbangan antara keberlanjutan industri dan perlindungan konsumen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×