kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Saham Bank Jago (ARTO) Reli 30%, Isu Fundamental jadi Penggerak Masih Layak Koleksi?


Jumat, 31 Juli 2026 / 06:10 WIB
Saham Bank Jago (ARTO) Reli 30%, Isu Fundamental jadi Penggerak Masih Layak Koleksi?
ILUSTRASI. Bank JAGO (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham emiten bank digital, PT Bank Jago Tbk (ARTO) melonjak sekitar 30% dalam sebulan terakhir. Selain dipicu isu aksi korporasi, penguatan dinilai berasal dari perbaikan fundamental ARTO.

Pada penutupan perdagangan Kamis (30/7/2026), ARTO berada di level Rp 1.225 atau menguat 6,52%. Ini menjadikan ARTO sebagai saham dengan kenaikan tertinggi di kelompok bank digital.

Penguatan saham bermula setelah muncul pemberitaan mengenai rencana aksi korporasi yang melibatkan kepemilikan saham Bank Jago dan BFI Finance pada awal Juli lalu. Respons pasar pun berlangsung cukup signifikan.

Baca Juga: Adira Finance Salurkan Pembiayaan Rp12,7 Triliun di Luar Jawa pada Semester I-2026

Analis Ajaib Sekuritas Alvin Murthi mengatakan lonjakan harga saham tidak hanya dipicu sentimen pasar. Menurutnya, peningkatan volume transaksi menunjukkan minat investor didukung aktivitas perdagangan yang lebih kuat.

"Kenaikan harga ini bukan sekadar euforia sesaat, namun didukung oleh partisipasi investor yang nyata," ujar Alvin dalam risetnya, Kamis (30/7/2026).

Rata-rata volume perdagangan ARTO meningkat menjadi 28,68 juta saham per hari. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata transaksi harian sepanjang tahun berjalan yang mencapai 5,83 juta saham.

Alvin mengatakan penguatan saham juga sejalan dengan kinerja fundamental Bank Jago sepanjang semester I-2026. Kredit dan pembiayaan tumbuh 24% secara tahunan menjadi Rp26,62 triliun dengan rasio kredit bermasalah tetap terjaga.

Pendapatan bunga bersih meningkat 28% menjadi Rp 1,49 triliun. Sementara itu, pendapatan non bunga naik 41% menjadi Rp 285 miliar. Laba bersih setelah pajak juga tumbuh 49% menjadi Rp 189 miliar.

"Ekosistem Bank Jago yang didukung mitra strategisnya bukan hanya solid dan mengakar, juga berhasil dimonetisasi secara optimal sehingga berdampak pada kinerja," kata Alvin.

Menurut Alvin, kemampuan Bank Jago menjaga pertumbuhan dana pihak ketiga di tengah tingginya suku bunga turut memperkuat prospek perseroan. Dana murah atau CASA juga tetap terjaga dengan porsi melebihi 50%.

Baca Juga: Visa Luncurkan Kartu Premium Baru, Bidik Lebih Banyak Nasabah Kaya di Indonesia

Dia bilang sinergi bersama GoTo, Stockbit, Bibit, dan BFI Finance menjadi faktor penting yang menopang pertumbuhan penyaluran kredit maupun penghimpunan dana di tengah persaingan industri perbankan digital.

Selain itu, strategi mengembangkan layanan perbankan konvensional dan syariah dinilai memberikan keunggulan kompetitif. Diversifikasi tersebut membuat Bank Jago memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menjaga pertumbuhan bisnis.

Berdasarkan data Stockbit, sebanyak 12 analis masih memberikan rekomendasi buy terhadap saham ARTO, sedangkan empat analis merekomendasikan hold. Rata-rata target harga saham mencapai Rp 1.924 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×