kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.796   103,00   0,58%
  • IDX 6.460   23,52   0,37%
  • KOMPAS100 852   1,98   0,23%
  • LQ45 648   1,27   0,20%
  • ISSI 224   1,01   0,45%
  • IDX30 360   1,23   0,34%
  • IDXHIDIV20 450   2,50   0,56%
  • IDX80 97   0,23   0,24%
  • IDXV30 124   0,46   0,37%
  • IDXQ30 116   0,50   0,44%

Dapen BCA Bayarkan Manfaat Pensiun Rp595,8 M hingga Agustus 2026, Likuiditas Stabil


Kamis, 17 September 2026 / 14:55 WIB
Dapen BCA Bayarkan Manfaat Pensiun Rp595,8 M hingga Agustus 2026, Likuiditas Stabil
ILUSTRASI. Warga bertransaksi menggunakan di ATM BCA (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA (DPBCA) masih mencatatkan kondisi likuiditas yang baik seiring dengan pembayaran manfaat pensiun yang lebih tinggi dibandingkan dengan penerimaan iuran pensiunnya.

Berdasarkan data akumulatif Dapen BCA, hingga Agustus 2026 realisasi pembayaran manfaat pensiun tercatat sebesar Rp595,8 miliar, sedangkan total penerimaan iuran mencapai Rp361,5 miliar.

"Secara umum, kondisi tersebut tidak mengganggu stabilitas likuiditas dapen," ujar Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno kepada Kontan, Rabu (16/9/2026).

Meskipun pembayaran manfaat tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan penerimaan iuran, likuiditas bisa terjaga berkat pengelolaan arus kas internal yang telah diantisipasi secara matang. Upaya ini dilakukan melalui penerapan penyesuaian aset dan kewajiban serta penyelarasan arus kas.

Baca Juga: Dapen BCA Waspadai Volatilitas Pasar hingga Arus Kas Keluar Jelang Akhir 2026

Selain itu, ketersediaan dana siap bayar perusahaan juga senantiasa terjaga melalui metode penyelarasan jadwal jatuh tempo instrumen investasi terhadap kebutuhan klaim peserta.

Dengan begitu, perusahaan tetap bisa memenuhi seluruh kewajiban pembayaran manfaat secara tepat waktu.

Jika ditelaah secara industri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mencatatkan tren yang serupa. Per Juli 2026, nilai iuran program pensiun sukarela adalah sebesar Rp23,68 triliun, sedangkan nilai manfaat program pensiun sukarela adalah Rp27,04 triliun. 

Artinya, industri dana pensiun secara keseluruhan juga tengah berada pada kondisi lebih banyak membayarkan manfaat kepada peserta dibandingkan dengan penerimaan iuran peserta pensiun.

Baca Juga: Ini Strategi Dapen BCA Jaga Keberlanjutan Pembayaran Manfaat Peserta

Kendati begitu, Budi memandang kondisi ini sebagai hal yang wajar seiring dengan makin matangnya profil kepesertaan dana pensiun serta tidak memicu gangguan likuiditas industri dapen.

"Sebab pemenuhan kewajiban pembayaran manfaat tidak hanya mengandalkan iuran bulanan," ujarnya.

Katanya, ada faktor lain yang berperan memengaruhi kemampuan pemenuhan kewajiban seperti sokongan yang kuat dari hasil pengembangan investasi. Ini mencangkup penerimaan kupon Surat Berharga Negara (SBN), bunga obligasi, maupun bunga deposito, termasuk ketersediaan likuiditas yang sudah direncanakan sebelumnya.

Meski likuiditas masih terjaga baik, Dapen BCA tetap menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memelihara ketahanan likuiditas.

Mulai dari penguatan portofolio likuiditas dengan cara menjaga porsi alokasi yang seimbang pada instrumen berisiko rendah dan mudah dicairkan seperti SBN dan deposito perbankan nasional.

Selain itu, perusahaan juga melakukan optimalisasi arus kas investasi dengan memanfaatkan penerimaan kupon obligasi, bunga pasar uang, dan hasil pembagian keuntungan dari penyertaan. Ini dilakukan guna menutup selisih arus kas iuran secara organik tanpa melakukan penjualan aset utama secara tergesa.

Strategi tersebut diperkuat melalui pengujian likuiditas berkala dan pemetaan peserta yang memasuki masa purnatugas untuk memastikan kecukupan dana cadangan.

Baca Juga: Dapen BCA Nilai Naiknya BI Rate Bisa Berikan Dampak terhadap Hasil Investasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×