kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.110   58,00   0,34%
  • IDX 7.308   28,38   0,39%
  • KOMPAS100 1.009   3,07   0,31%
  • LQ45 734   0,28   0,04%
  • ISSI 264   3,48   1,33%
  • IDX30 393   -5,78   -1,45%
  • IDXHIDIV20 480   -6,76   -1,39%
  • IDX80 114   0,27   0,24%
  • IDXV30 133   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 127   -1,85   -1,43%

Saham Big Banks Melemah Lagi, BBCA Paling Banyak Dijual Asing Pada Kamis (9/4/2026)


Kamis, 09 April 2026 / 19:58 WIB
Saham Big Banks Melemah Lagi, BBCA Paling Banyak Dijual Asing Pada Kamis (9/4/2026)
ILUSTRASI. Kelompok saham bank berkapitalisasi besar atau big banks kembali melemah di penutupan perdagangan Kamis (9/4/2026).(KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kelompok saham bank berkapitalisasi besar atau big banks kembali melemah di penutupan perdagangan Kamis (9/4/2026). Big banks tercatat kembali mengalami jual bersih atau net sell dari investor asing.

Secara rinci, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat pelemahan paling dalam. Harga saham BBCA ditutup pada Rp 6.475 atau turun 4,07% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Harga saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berada di Rp 4.570 per saham atau turun 2,14%. 

Baca Juga: Penyaluran Kredit Manufaktur Bank Mandiri Tetap Moncer di Tengah Gejolak Global

Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) ditutup pada Rp 3.710 atau turun 1,85%. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) ditutup pada Rp 3.280 atau turun 1,80%.

Keempat saham big banks tersebut kompak berada di zona merah sejak pembukaan hingga penutupan perdagangan. Adapun BBCA mengalami net sell paling besar dengan mencapai Rp 611 miliar hari ini.

Sebelumnya, analis Kiwoom Sekuritas Adrian Djie telah memproyeksikan harga saham big banks masih akan tekanan pekan ini. Ia menyebut pelemahan nilai tukar rupiah menjadi sentimen yang krusial.

Pada Kamis (9/4/2026), nilai tukar rupiah melemah 0,46% menjadi Rp 17.090 terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

"Depresiasi rupiah memicu sikap kehati-hatian, wait and see, dari investor asing," kata Adrian kepada Kontan, Selasa (7/4/2026).

Lebih lanjut, Adrian menyebut jika rupiah terus mengalami pelemahan, maka bisa saja Bank Indonesia (BI) sebagai regulator mengambil langkah untuk menaikkan BI-Rate.

Baca Juga: Sejak 1976, BTN Telah Salurkan 6 Juta KPR dengan Nilai Rp 530 Triliun

Langkah tersebut dapat dilakukan untuk menekan laju inflasi, tapi berpotensi memperlambat laju pertumbuhan kredit bank serta meningkatkan rasio kredit bermasalah alias non-performing loan (NPL). Tentunya, hal itu akan berpengaruh pada kinerja perbankan.

Adrian juga menyebut harga saham big banks pekan ini akan dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah, isu MSCI dan lembaga pemeringkat, hingga tantangan makroekonomi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×