kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   19.000   0,67%
  • USD/IDR 17.099   75,00   0,44%
  • IDX 6.971   -18,40   -0,26%
  • KOMPAS100 958   -7,36   -0,76%
  • LQ45 702   -6,10   -0,86%
  • ISSI 250   -0,25   -0,10%
  • IDX30 382   -5,99   -1,54%
  • IDXHIDIV20 472   -9,70   -2,02%
  • IDX80 108   -0,78   -0,72%
  • IDXV30 130   -2,34   -1,76%
  • IDXQ30 124   -2,23   -1,77%

Saham Big Banks Tertekan Aksi Jual Asing, Simak Rekomendasi Analis


Selasa, 07 April 2026 / 18:58 WIB
Saham Big Banks Tertekan Aksi Jual Asing, Simak Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. Teller menghitung uang nasabah di BAnk Mandiri, JAkarta (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

Namun dalam jangka pendek, Yaki menilai pergerakan saham perbankan masih akan dipengaruhi sejumlah sentimen, seperti dinamika geopolitik global, arus modal asing, kondisi likuiditas domestik, serta ekspektasi suku bunga.

Untuk strategi investasi, ia menyarankan investor bersikap hati-hati dengan pendekatan wait and see atau melakukan akumulasi secara bertahap saat harga berada di area support. “Investor bisa cicil buy on support,” jelasnya.

Yaki juga merekomendasikan saham BBNI buy dengan target harga Rp 5.690, BBRI hold dengan target harga Rp 4.400, BBTN buy dengan target harga Rp1.700, BMRI buy dengan target harga Rp 6.500, dan BBCA trading buy dengan target harga Rp8.200.

Sementara Equity Research Analyst OCBC Sekuritas Gani menjelaskan, saham perbankan memang menjadi salah satu instrumen utama yang dimiliki investor asing, sehingga rentan terkena tekanan saat terjadi arus keluar modal.

Baca Juga: BRI Lego 65% Saham BRI Manajemen Investasi ke Danantara Asset Management

“Secara umum mayoritas saham big bank turun karena outflow dari asing karena faktor makro dan geopolitik,” ujarnya.

Ia menambahkan, sentimen global seperti konflik geopolitik dan dinamika ekonomi makro menjadi pendorong utama aksi jual tersebut, bukan karena memburuknya kondisi fundamental perbankan nasional.

Menurut Gani, dari sisi kualitas aset, tren kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) perbankan justru relatif stabil, bahkan cenderung menunjukkan perbaikan. Hal ini menjadi indikator bahwa risiko di sektor perbankan masih terjaga.

“Tren NPL cenderung stabil atau sedikit membaik, dan profit perbankan seharusnya bisa rebound dibanding tahun lalu,” jelasnya.

Baca Juga: CIMB Niaga Luncurkan OCTOBIZ, Pengguna Tembus 20.000 Perusahaan dalam Sebulan

Dengan kondisi tersebut, ia menilai tekanan terhadap saham bank saat ini lebih bersifat jangka pendek akibat sentimen eksternal. Sementara secara fundamental, kinerja perbankan masih memiliki prospek yang cukup baik ke depan.

Untuk strategi investasi, Gani merekomendasikan investor memanfaatkan pelemahan harga saham sebagai momentum akumulasi. “Rekomendasinya buy on weakness untuk saham perbankan,” ujarnya.

Adapun untuk salah satu saham unggulan, ia memberikan target harga saham BBCA di level Rp 8.000.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×