kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Sampai akhir tahun, kredit produktif masih jadi andalan perbankan


Senin, 09 September 2019 / 18:58 WIB
Sampai akhir tahun, kredit produktif masih jadi andalan perbankan
ILUSTRASI. Layanan nasabah Bank Mandiri


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Herlina Kartika Dewi

Di sisi lain, PT Bank Mayapada Internasional Tbk mengatakan secara rata-rata pertumbuhan kredit produktif masih di kisaran 9%-10% sampai pertengahan kuartal III-2019. "Kredit lainnya masih sangat kecil dan mayoritas kredit kami adalah kredit modal kerja di sektor perdagangan," ujar Haryono Tjahjarijadi, Direktur Utama Bank Mayapada kepada Kontan.co.id, Senin (9/9). 

Menurutnya, pencapaian tersebut sudah sesuai dengan rencana bisnis bank (RBB) Bank Mayapad yang menargetkan pertumbuhan di atas 10%.

Kendati kredit produktif masih bakal menjadi tumpuan, menurut Haryono segmen konsumsi masih punya potensi untuk menopang pertumbuhan kredit secara industri.

Baca Juga: Dua Bank Milik Konglomerat dan Dua Bank Milik Asing Ini Cari Dana Lewat Rights Issue

Senada, Direktur PT Bank Woori Saudara Tbk (BWS) I Made Mudiastra menyebut sampai dengan Agustus 2019 kredit produktif sudah tumbuh 25% secara yoy. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode Juni 2019 yang naik 18% yoy. 

"Dari Juni hingga Agustus 2019 sudah tumbuh 5%. Masih punya ruang untuk tumbuh," ujarnya.

Adapun, sektor yang menjadi tumpuan kredit produktif BWS bersumber dari industri pengolahan dengan sub sektor minyak dan gas bumi dan tekstil. 

Menurutnya, saat ini perbankan memang tengah selektif masuk ke segmen UMKM dan konsumer untuk menjaga kualitas kredit. Sebab menurutnya, kualitas nasabah di segmen ritel lebih rendah dibanding korporasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×