Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan pembiayaan yang bergerak di bidang pembangunan infrastruktur, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) terus memperkuat perannya dalam mendorong pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah menjelaskan, sampai saat ini terdapat tiga sektor utama yang dibiayai perusahaan. Di antaranya adalah jalan dan jalan tol, ketenagalistrikan, serta transportasi.
Hingga Desember 2024, SMI telah mencatat pembiayaan aktif mencapai Rp 148,9 triliun dengan outstanding sebesar Rp 96,3 triliun.
Baca Juga: Sektor Penopang Ekonomi Tumbuh Melambat
Dari jumlah tersebut, sektor jalan dan jalan tol menjadi salah satu sektor yang paling banyak mendapatkan pendanaan, dengan hasil pembangunan sepanjang 4.511 kilometer jalan tol di berbagai daerah.
Di sektor ketenagalistrikan, SMI telah berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas listrik nasional sebesar 7,7 Giga Watt.
Sementara itu, di sektor transportasi, SMI telah membiayai pembuatan 646 gerbong kereta api dan pembangunan 242,1 kilometer rel, yang berdampak pada peningkatan jumlah penumpang hingga 109,6 juta orang per tahun.
“Dari tiga sektor utama ini, perusahaan telah memberikan dampak pada output perekonomian mencapai senilai Rp 1.696,5 triliun,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (27/2).
Baca Juga: Kemenkeu: Per Kuartal III-2024, Penjaminan Proyek yang Masih Aktif Rp 348,6 Triliun
Selain itu, SMI juga terus memperluas skema pembiayaannya dengan menggandeng pemerintah daerah melalui fasilitas pinjaman daerah.
Hingga akhir 2024, perusahaan telah menyalurkan pinjaman daerah senilai Rp 36,66 triliun, serta mendukung proyek-proyek strategis seperti pembangunan jalan di Kabupaten Tabalong, Jembatan Konaweha di Kolaka, hingga pengembangan rumah sakit di berbagai daerah.
Ke depannya, Reynaldi menegaskan bahwa perusahaan akan mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan, termasuk melalui pembiayaan proyek energi baru terbarukan serta inisiatif mencapai target nol emisi karbon.
“Kami akan terus berinovasi dalam pembiayaan infrastruktur, memastikan bahwa setiap proyek yang didanai memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” tuturnya.
Selanjutnya: Hengjaya Mineralindo Receives the Green Proper Rating for the Third Consecutive Year
Menarik Dibaca: Prakiraan Cuaca Jakarta Besok (28/7): Dari Cerah hingga Diguyur Hujan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News