kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Sebagai bank perumahan, bagaimana BTN penuhi aturan rasio UMKM?


Senin, 26 Maret 2018 / 09:23 WIB
ILUSTRASI. Direksi dan komisaris usai RUPS BTN


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tak semua bank bisa dengan mudah memenuhi aturan PBI No 17/12/PBI/2015 tentang minimal rasio UMKM. Bagi bank yang terbiasa menyalurkan kredit korporasi dan kredit perumahan akan cukup sulit untuk memenuhi ini.

Misalkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Bank spesifik perumahan ini sejatinya tidak memiliki terlalu banyak kredit UMKM. Hal ini karena saat ini portofolio kredit BTN lebih dari 77% adalah perumahan.

Mahelan Prabantarikso, Direktur BTN bilang terkait ini, bank sudah bersurat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Sesuai dengan surat dari OJK, kami telah disetujui sebagai bank yg fokus dibidang perumahan dengan portfolio kredit > 75%," kata Mahelan kepada kontan.co.id, Jumat (23/3).

Terkait komposisi UMKM di tahun 2017 apabila dihitung kredit konstruksi sampai plafond Rp 50 miliar maka komposisinya adalah kurang lebih 15%. Untuk tahun 2018 target sesuai RBB komposisi UMKM adalah sebesar 20%

Sebagai info, tahun ini merupakan batas waktu terakhir ketentuan penyaluran kredit UMKM 20% dari total portofolio kredit. Dalam pelaksanaan PBI minimal rasio UMKM ini dilakukan bertahap dari 2015 sebesar 5% total kredit, 2016 10%, 2017 15% dan 2018 20%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×