kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Sejumlah Bank Mulai Genjot Penyaluran KUR di Awal Tahun 2026


Minggu, 01 Maret 2026 / 17:14 WIB
Sejumlah Bank Mulai Genjot Penyaluran KUR di Awal Tahun 2026


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah kembali menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui sejumlah bank penyalur pada 2026. Di tahun ini, Pemerintah menetapkan plafon penyaluran KUR sebesar Rp 308,41 triliun.

Asal tahu saja, alokasi dana ini meningkat dibandingkan realisasi penyaluran KUR pada tahun 2025 yang mencapai Rp 270,08 triliun.

alokasi KUR Rp 308,41 triliun tersebut mencakup empat jenis penyaluran. Terdiri dari KUR reguler sebesar Rp 279,53 triliun dengan target 1,37 juta debitur baru dan 1,10 juta debitur graduasi; kredit alsintan Rp 233,10 triliun dengan target 344 debitur;

Kemudian, kredit industri padat karya Rp 549,51 miliar dengan target 234 debitur; serta kredit program perumahan (KPP) Rp 28,1 triliun dengan target 65.627 debitur.

Baca Juga: Bank Mandiri Kantongi Kuota KUR Rp 42 Triliun di 2026

Beberapa bank pun mulai menggenjot penyaluran pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat kuota penyaluran KUR tahun ini sebesar Rp 42 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 41 triliun.

SVP Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri, Bayu Trisno Arief Setiawan menyampaikan,dari total tersebut, sebesar Rp 41 triliun dialokasikan untuk KUR reguler, sementara Rp 1 triliun diperuntukkan bagi KUR perumahan.

“Kalau kuota KUR tahun ini ada Rp 42 triliun. Rp 41 triliun untuk KUR reguler dan Rp 1 triliun untuk KUR perumahan,” ujar Bayu kepada Kontan.co.id.

Hingga Januari 2026, penyaluran KUR Bank Mandiri telah mencapai Rp 3,7 triliun. Mayoritas pembiayaan tersebut mengalir ke sektor produksi dengan porsi sekitar 62%.

“Paling banyak ke sektor produksi seperti pertanian, perkebunan, jasa pertanian, perikanan hingga pengolahan,” jelasnya.

Untuk mendorong pertumbuhan penyaluran, Bank Mandiri akan tetap mengandalkan strategi pembiayaan berbasis ekosistem. Perseroan juga akan membidik sektor yang menjadi prioritas pemerintah, seperti ketahanan pangan.

Selain itu, Bank Mandiri juga mulai membiayai pelaku usaha yang menjadi bagian dari rantai pasok pangan.

Baca Juga: BPD DIY Targetkan Penyaluran KUR Rp 1,2 Triliun pada 2026

“Supplier dapur seperti pemasok minyak, telur, sayur dan buah itu banyak UMKM. Itu juga akan kita masuk untuk pembiayaan,” katanya.

Dari sisi kualitas kredit, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) KUR Bank Mandiri saat ini masih terjaga rendah di level 0,91%.

“Kita jaga di bawah 1%. Saat ini sekitar 0,91%,” ujarnya.

Ke depan, Bank Mandiri memproyeksikan rasio NPL KUR tetap terjaga di kisaran 1,5%.

Sementara itu, Bank BPD DIY mencatat kuota penyaluran KUR tahun ini sebesar Rp 1,2 triliun, sama seperti tahun sebelumnya.

Direktur Pemasaran dan Unit Usaha Syariah BPD DIY, Raden Agus Trimurjanto mengatakan, hingga Januari 2026, penyaluran KUR Bank BPD DIY telah mencapai Rp 34,56 miliar.

Bank ini menargetkan pembiayaan KUR tetap difokuskan pada sektor usaha produktif seperti perdagangan, akomodasi, jasa serta sektor produksi.

“Bank BPD DIY terus mengoptimalkan sektor perdagangan, akomodasi, jasa dan produksi termasuk pertanian serta industri kecil yang memiliki nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja tinggi,” jelas Agus.

Baca Juga: Multifinance Hadapi Obligasi Jatuh Tempo Rp 33,93 Triliun pada 2026

Dari sisi kualitas kredit, Bank BPD DIY menargetkan rasio kredit bermasalah KUR tetap terjaga di level moderat dengan batas maksimal 3%.

“Dengan pengelolaan risiko yang prudent serta peningkatan monitoring dan restrukturisasi selektif, kualitas kredit diharapkan tetap terjaga maksimal 3%,” ucap Agus.

Untuk menggenjot penyaluran, bank ini juga menyiapkan berbagai strategi mulai dari penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan analisis digital, hingga pemberian insentif bagi kantor cabang dengan kinerja penyaluran terbaik.

Selain itu, BPD DIY akan memperluas kerja sama dengan instansi pemerintah, komunitas bisnis serta memperkuat kemitraan dengan pelaku UMKM guna memperluas akses pembiayaan produktif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×