kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

Bank Jakarta Menargetkan IPO Pada Awal Tahun 2027, Bidik Dana Segar Rp 3 Triliun


Selasa, 06 Januari 2026 / 05:30 WIB
Bank Jakarta Menargetkan IPO Pada Awal Tahun 2027, Bidik Dana Segar Rp 3 Triliun
ILUSTRASI. Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo mengungkapkan, Bank Jakarta menyiapkan diri untuk IPO. (lydia tesaloni/bank Jakarta)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Jakarta menyiapkan diri untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui initial public offering (IPO) alias penawaran umum perdana pada awal tahun 2027. 

Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo mengungkapkan, saat ini persiapan yang dilakukan mencakup upaya perbaikan fundamental serta koordinasi dengan sejumlah konsultan. 

“Kami sedang persiapan, mudah-mudahan di awal 2027. Fundamental kami perbaiki semua, kemudian kami juga sudah proses menunjuk konsultan-konsultan untuk persiapan IPO itu,” jelas Agus saat ditemui di Jakarta, Senin (5/1/2026). 

Melalui IPO nanti, Agus bilang bank membidik dana segar hingga Rp 3 triliun. 

Baca Juga: Gubernur Dorong Bank Jakarta Kuasai Sistem Pembayaran Transportasi

Pada April 2025 lalu, Agus sempat bilang Bank Jakarta menargetkan dana yang dihimpun bisa mencapai Rp 3,5 triliun hingga Rp 4 triliun dan bakal diselenggarakan pada 2025. Namun ternyata rencana tersebut belum juga terealisasi hingga 2025 berakhir. 

Pun, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna sebelumnya telah memastikan Bank Jakarta tak termasuk dalam daftar perusahaan yang bakal IPO pada awal 2026. 

Kendati begitu, pihaknya terbuka terhadap setiap bank yang berencana menambahkan aset untuk memenuhi persyaratan kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) II, menyusul rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghapus KBMI I. 

Baca Juga: Strategi Bank Jakarta: Kartu Debit Visa Perkuat Kapabilitas Transaksi Global

Terkait itu, Nyoman mengaku pihaknya telah rutin melakukan diskusi dan sosialisasi dengan bank pembangunan rakyat (BPR). 

“Kami membuka diri untuk berbagai sektor. Terkait dengan perbankan, tidak ada nama tersebut (Bank Jakarta) dalam pipeline kami,” ungkat Nyoman, Selasa (30/12/2025). 

Selanjutnya: CPNS 2026 Kapan Dibuka? Ini Jawaban Pemerintah

Menarik Dibaca: HP Terbaik dari Realme yang Bawa Fitur Terbaru, Ada yang Pakai RAM hingga 16 GB!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×