Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada laporan keuangan semester-I 2025, PT Bank Maspion Indonesia Tbk mencatatkan penurunan laba bersih signifikan. Meskipun begitu, bank optimistis dapat kembali meningkatkan kinerjanya di paruh kedua tahun 2025.
Laba bersih bank ini turun 50,31% YoY menjadi Rp 25,03 miliar dari kinerja tahun lalu Rp 50,37 miliar. Untuk diketahui pendapatan bunga bank tumbuh 6,16% secara tahunan, dari Rp 725,42 miliar menjadi Rp 770,08 miliar.
Di sisi lain, beban bunga meningkat lebih tinggi sebesar 15,00%, dari Rp 359,99 miliar menjadi Rp 413,99 miliar. Kenaikan beban bunga yang lebih tinggi dibandingkan pendapatan bunga berdampak pada tertekannya pendapatan bunga bersih yang menurun 3,10% menjadi Rp 354,10 miliar.
Chief Finance Officer Bank Maspion, Deasy Wulaningsih, bilang bahwa di tengah kondisi pasar yang dinamis, Bank Maspion secara strategis berupaya untuk memperkuat fundamental perusahaan dan mengurangi potensi risiko.
Baca Juga: Equity Life dan Bank Maspion Luncurkan Asuransi Jiwa Legacy Lifetime Protection
“Manajemen mengambil langkah proaktif untuk menjaga kualitas aset dan memastikan tingkat kehati-hatian dalam pemberian kredit yang berdampak pada penurunan kredit yang diberikan. Akibatnya, Bank Maspion mencatat penurunan laba bersih per Juni 2025 dibandingkan periode yang sama tahun 2024,” kata Deasy kepada Kontan, Jumat (29/8/2025).
Meskipun begitu, pada paruh kedua 2025 Bank Maspion optimis untuk dapat kembali meningkatkan kinerja. Pertumbuhan kredit diproyeksikan akan mulai meningkat dengan fokus utama pada segmen korporasi, yang selama ini telah menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis bank.
Dia menjelaskan bahwa segmen kredit inilah yang diharapkan mampu memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan bunga maupun fee-based income, sehingga mendorong pemulihan profitabilitas secara keseluruhan.
“Bank terus berupaya untuk mengembangkan strategi bisnis dan meningkatkan kualitas dalam melakukan fungsi intermediasi dalam menghimpun dana pihak ketiga dan menyalurkan dana ke nasabah,” tambahnya.
Baca Juga: Laba Bank Thailand Pengendali Bank Maspion (BMAS) Tumbuh 14,6% Tahun 2024
Bank Maspion juga mencatatkan peningkatan beban operasional lainnya sebesar 7,02% menjadi Rp 326,28 miliar. Hal ini menyebabkan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) meningkat dari 92,04% menjadi 96,33%. Angka tersebut jauh di atas level ideal 85 persen, yang menandakan efisiensi bank melemah pada paruh pertama tahun ini.
Meskipun begitu, dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh tinggi sebesar 21,86% YoY jadi Rp 14,69 triliun. Current account saving account (CASA) yang meningkat 37,38% menjadi Rp 3,39 triliun. Rasio dana murah terhadap DPK juga membaik dari 20,46% menjadi 23,07%, menandakan peningkatan efisiensi biaya dana (cost of fund).
Deasy menjelaskan bahwa ke depan, bank berupaya untuk mendorong pertumbuhan kredit. Hal ini dilakukan dengan strategi berkolaborasi dengan KBank sebagai parent company dalam rangka memanfaatkan potensi proyek sindikasi, cross-border financing, capital injection facilitation, dan international trade financing.
Bank juga akan melakukan pengembangan produk supply-chain financing untuk meningkatkan utilisasi kredit produktif. Di sisi lain, Bank akan terus meningkatkan pengembangan kanal digital untuk meningkatkan efisiensi layanan, transaksi, dan customer engagement.
“Bank juga akan terus melakukan evaluasi dan optimalisasi jaringan cabang, ATM, dan mobil kas, termasuk rencana penutupan atau relokasi untuk efisiensi biaya operasional,” pungkasnya.
Baca Juga: Bank Maspion (BMAS) Jajaki Investor Strategis Demi Penuhi Ketentuan Free Float
Selanjutnya: Dampak Demo Terbatas, OJK Pastikan Stabilitas Industri Perbankan Tak Terganggu
Menarik Dibaca: Ini KA Jarak Jauh yang Berhenti Luar Biasa di Stasiun Jatinegara hingga 2 September
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News