kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.143
  • SUN95,65 0,01%
  • EMAS668.000 0,60%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Sejumlah perusahaan asuransi belum penuhi syarat mininum modal Rp 150 miliar

Selasa, 12 Februari 2019 / 18:02 WIB

Sejumlah perusahaan asuransi belum penuhi syarat mininum modal Rp 150 miliar
ILUSTRASI. Logo-logo perusahaan asuransi umum

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah perusahaan asuransi tercatat belum memenuhi syarat minimum modal yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

alam peraturan OJK (POJK) Nomor 67 tahun 2016 ditetapkan batas minimum modal pendirian perusahaan asuransi sebesar Rp 150 miliar atau meningkat signifikan dari sebelumnya Rp 100 miliar. 


Setelah aturan tersebut berjalan, ternyata masih ada beberapa perusahaan asuransi yang belum memenuhi syarat minimum modal. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatatkan, sepanjang 2017, terdapat 45 perusahaan asuransi umum dari total 76 pemain yang modal disetor masih di bawah Rp 150 miliar.

Direktur Eksekutif AAUI Dody Achmad Sudiyar Dalimuthe menjelaskan, alasan kenapa masih banyak pemain yang belum memenuhi aturan tersebut, karena mereka masih tahap penyesuian. Menurutnya, kewajiban pemenuhan aturan itu paling lambat pada tahun 2019.

“Kalau kewajibannya sudah berlaku pada tahun 2019. Maka data perusahaan yang sudah memenuhi ketentuan atau melanggar itu baru bisa terlihat pada tahun 2020,” kata Dody, ketika di temui di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dengan adanya beleid tersebut, diharapkan industri asuransi bisa lebih sehat secara finansial. Misalnya, jika perusahaan mengalami kerugian, bisa memanfaatkan modal yang tersedia.

“Industri asuransi ini memang ahrus siap uang, siap aset karena obyek yang ditanggung banyak. Apalagi, indikator keuangan perusahaan sehat itu dari ketersediaan pendanaan,” ungkapnya.

Untuk menambah modal, pelaku usaha mesti mencari sumber pendanaan lain melalui strategi partnership, seperti merger maupun akusisi. Tapi, itu semua kembali pada rencana bisnis perusahaan yang disetujui pemegang saham.

“Tergantung perusahaanya, apakah menjadi sebagai pemegang saham dominan atau tidak. Jika mau, maka pemilik saham baru bisa masuk, seperti yang terjadi pada akhir-akhir ini,” pungkasnya.

Reporter: Ferrika Sari
Editor: Noverius Laoli

Video Pilihan

TERBARU
Terpopuler
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0534 || diagnostic_web = 0.3643

Close [X]
×