kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.549.000   34.000   1,35%
  • USD/IDR 16.800   19,00   0,11%
  • IDX 8.952   18,69   0,21%
  • KOMPAS100 1.234   7,76   0,63%
  • LQ45 870   5,22   0,60%
  • ISSI 324   1,50   0,46%
  • IDX30 444   1,21   0,27%
  • IDXHIDIV20 518   2,25   0,44%
  • IDX80 137   0,84   0,62%
  • IDXV30 144   0,91   0,64%
  • IDXQ30 142   0,72   0,51%

Sejumlah Perusahaan Multifinance Optimistis Pembiayaan Modal Kerja Membaik pada 2026


Minggu, 04 Januari 2026 / 15:55 WIB
Sejumlah Perusahaan Multifinance Optimistis Pembiayaan Modal Kerja Membaik pada 2026
ILUSTRASI. Pembiayaan modal kerja industri multifinance menunjukkan tren pertumbuhan hingga akhir 2025. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembiayaan modal kerja industri multifinance menunjukkan tren pertumbuhan hingga akhir 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, per Oktober 2025 pembiayaan modal kerja tumbuh 9,28% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 53,19 triliun.

Salah satu perusahaan multifinance, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance), optimistis kinerja pembiayaan, termasuk segmen modal kerja, akan membaik pada 2026 seiring prospek ekonomi yang dinilai lebih kondusif dan meningkatnya aktivitas usaha.

Chief Financial Officer Adira Finance, Sylvanus Gani, mengatakan perusahaan akan menjaga pertumbuhan portofolio pembiayaan secara sehat dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta kualitas aset. Langkah tersebut dilakukan agar pertumbuhan yang dicapai dapat berkelanjutan.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pembiayaan secara keseluruhan dengan mendukung berbagai kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha," kata Gani kepada Kontan, Selasa (30/12/2025).

Baca Juga: Bisnis Multifinance Masih Konservatif, CNAF Targetkan Pembiayaan Rp 9,6 Triliun

Pembiayaan tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari investasi, modal usaha, multiguna, hingga sektor produktif lainnya. Dengan pendekatan menyeluruh tersebut, perusahaan berharap dapat berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan industri multifinance sekaligus perekonomian nasional ke depan.

Sebagai gambaran, hingga kuartal November 2025, penyaluran pembiayaan modal kerja Adira Finance tercatat meningkat menjadi Rp 3 triliun. Pembiayaan modal kerja berkontribusi sekitar 8% terhadap total portofolio pembiayaan perusahaan.

"Adira Finance berharap dapat berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan industri multifinance dan perekonomian nasional," jelasnya.

Sementara itu, PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menargetkan peningkatan kontribusi pembiayaan modal kerja pada 2026, seiring harapan membaiknya kondisi pasar dan peluang ekspansi sektor produktif.

Presiden Direktur CNAF, Ristiawan Suherman, mengatakan pada 2026 CNAF menargetkan kontribusi portofolio atau piutang pembiayaan modal kerja sebesar 8,8% terhadap total target portofolio pembiayaan perusahaan yang dipatok mencapai Rp 8,47 triliun.

“Untuk tahun 2026 mendatang, CNAF menargetkan kontribusi portofolio pembiayaan modal kerja sebesar 8,8% dari total target portofolio pembiayaan CNAF,” ujar Ristiawan kepada Kontan, Selasa (30/12/2025).

Sepanjang 2025, CNAF memanfaatkan berbagai peluang untuk mengoptimalkan penyaluran pembiayaan baru di sektor modal kerja. Namun, Ristiawan mengakui kondisi pasar yang menantang sepanjang tahun lalu membuat sejumlah pelaku usaha menunda ekspansi bisnis, sehingga turut menekan kinerja industri pembiayaan.

Memasuki 2026, CNAF berharap geliat pasar dapat kembali membaik. Perusahaan pun menyiapkan diri untuk hadir sebagai penyedia solusi pembiayaan bagi pelaku usaha yang membutuhkan pendanaan modal kerja, mengingat sektor ini dinilai masih memiliki peluang pertumbuhan.

Baca Juga: Buana Finance (BBLD) Dapat Tambahan Kredit dari Bank Danamon dan OCBC NISP

Lebih lanjut, CNAF melihat segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu pendorong pertumbuhan pembiayaan modal kerja ke depan. Hal ini didukung oleh terbitnya POJK 46/2024 yang memberikan pelonggaran bagi perusahaan pembiayaan untuk menyalurkan pembiayaan modal kerja secara lebih optimal.

“Dengan adanya pelonggaran aturan tersebut, di tahun 2026 mendatang CNAF akan memanfaatkan momentum ini untuk lebih agresif dalam menyalurkan pembiayaan sektor modal kerja,” jelas Ristiawan.

Selain dukungan regulasi, CNAF juga mengandalkan digitalisasi proses pembiayaan sebagai keunggulan untuk mempermudah nasabah, baik dari sisi kemudahan transaksi, keamanan, maupun penyederhanaan dokumen.

Adapun hingga November 2025, CNAF mencatat total penyaluran pembiayaan baru untuk modal kerja sebesar Rp 548 miliar. Nilai tersebut terkoreksi 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 678 miliar.

Kontribusi pembiayaan modal kerja tercatat sekitar 6% dari total penyaluran pembiayaan baru CNAF yang mencapai Rp 8,49 triliun hingga November 2025. Penurunan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh kondisi pasar yang belum stabil, sehingga pelaku usaha masih menahan ekspansi bisnis.

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) menargetkan peningkatan pembiayaan modal kerja pada 2026 sebagai bagian dari strategi memperkuat portofolio pembiayaan produktif.

Direktur WOM Finance, Cincin Lisa Hadi, mengatakan perusahaan menargetkan pembiayaan modal kerja mencapai lebih dari Rp 1 triliun pada 2026. Target tersebut meningkat dibandingkan target yang dipasang pada 2025.

“Pembiayaan modal kerja diproyeksikan berkontribusi lebih dari 18% terhadap total pembiayaan. Ini menjadi bagian dari upaya kami memperkuat portofolio pembiayaan produktif,” ujar Cincin kepada Kontan, Selasa (30/12/2025).

Hingga akhir 2025 dan memasuki awal 2026, WOM Finance menjalankan strategi pengembangan pembiayaan modal kerja dengan fokus pada penguatan kualitas portofolio dan manajemen risiko.

Perusahaan mengoptimalkan penyaluran pembiayaan melalui produk Mobilku dan Motorku kepada nasabah dengan profil usaha yang sehat serta arus kas yang stabil.

Baca Juga: Intip Strategi Adira Finance (ADMF) Dorong Kinerja Pembiayaan pada 2026

Selain itu, WOM Finance juga mendorong efisiensi proses melalui pemanfaatan teknologi dan optimalisasi jaringan pemasaran.

Dari sisi ekspansi, perusahaan melihat peluang pengembangan pada segmen usaha produktif, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor usaha yang memiliki prospek pertumbuhan berkelanjutan.

Ke depan, WOM Finance berencana meningkatkan porsi pembiayaan modal kerja dengan target pertumbuhan lebih dari 10% dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut akan didukung oleh penguatan skema pembiayaan yang lebih fleksibel dan adaptif, baik dari sisi tenor maupun manfaat produk, sehingga dapat menjangkau kebutuhan pembiayaan segmen usaha skala kecil dan menengah.

Adapun hingga November 2025, penyaluran pembiayaan modal kerja WOM Finance tercatat telah menembus lebih dari Rp 1 triliun. Capaian tersebut dinilai telah sesuai dengan ekspektasi perusahaan terhadap target pembiayaan modal kerja tahun 2025.

Selanjutnya: Ini Alasan Trump Begitu Ambisius Terhadap Minyak Venezuela

Menarik Dibaca: Cara Mudah Mencari Tambahan Penghasilan untuk Kebutuhan yang Mendesak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×