Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lesunya daya beli masyarakat diperkirakan masih membayangi kinerja industri multifinance sepanjang 2026. Kondisi ini mendorong sejumlah perusahaan pembiayaan memilih strategi konservatif dalam mengelola bisnisnya.
Presiden Direktur PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) Ristiawan Suherman menilai pasar otomotif, khususnya segmen mobil penumpang, belum akan kembali ke level penjualan tertingginya pada tahun ini.
Situasi tersebut membuat perusahaan berhati-hati dalam menetapkan target pertumbuhan.
CNAF pun menargetkan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp 9,6 triliun sepanjang 2026. Target ini hanya naik tipis dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang dipatok Rp 9,5 triliun.
Baca Juga: CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) Salurkan Pembiayaan Rp 7,9 Triliun hingga Oktober 2025
Di tengah pasar otomotif yang masih terbatas ruang tumbuhnya, CNAF mulai mengalihkan fokus ke diversifikasi produk untuk menopang kinerja bisnis. Salah satu yang dikembangkan adalah pembiayaan emas. Selain itu, perusahaan juga mendorong pembiayaan komersial dan pembiayaan haji.
“Diharapkan produk-produk tersebut dapat berkontribusi lebih dari 10% terhadap total portofolio pembiayaan perusahaan,” ujar Ristiawan, Jumat (2/1/2026).
Meski demikian, CNAF tetap berharap daya beli masyarakat dapat berangsur membaik seiring berbagai upaya pemerintah dalam mendorong perputaran ekonomi. Dengan begitu, kondisi pasar diharapkan perlahan pulih.
Sikap kehati-hatian juga diambil PT Adira Dinamika Multi Finance. Perusahaan ini menekankan pentingnya menjaga pertumbuhan portofolio pembiayaan yang sehat dan berimbang, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta kualitas aset.
Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan, strategi tersebut diperlukan agar pertumbuhan yang dicapai dapat berkelanjutan di tengah tantangan industri multifinance.
Baca Juga: CNAF & Adira Finance Catat Pertumbuhan Positif untuk Sektor Pembiayaan Produktif
Menurut Gani, penurunan suku bunga memang berpotensi mendorong pertumbuhan pembiayaan pada 2026. Namun, penyaluran pembiayaan tetap akan dilakukan secara selektif dan terukur guna menjaga kualitas portofolio.
“Secara umum, perusahaan berharap kinerja pembiayaan baru pada 2026 dapat terus membaik seiring prospek ekonomi dan meningkatnya aktivitas usaha,” kata Gani.
Selanjutnya: Cara Klaim Cuci Darah BPJS Kesehatan 2026 untuk Gagal Ginjal
Menarik Dibaca: 6 Makanan yang Bikin Risiko Kanker Meningkat jika Dikonsumsi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













