Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Simpanan masyarakat dengan nominal di bawah Rp 100 juta di perbankan terpantau melandai pada tujuh bulan pertama 2026. Kondisi ini terjadi meski jumlah rekening pada tier tersebut masih mencatatkan pertumbuhan.
Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), nominal simpanan di bawah Rp 100 juta mencapai Rp 1.160,35 triliun per Juli 2026. Nilai tersebut turun 0,5% dibandingkan posisi bulan sebelumnya.
Di sisi lain, jumlah rekening justru tumbuh 0,7% menjadi 693,97 juta rekening pada periode yang sama.
Jika dibandingkan secara tahunan, terdapat kesenjangan yang lebih terlihat antara pertumbuhan nominal simpanan dan jumlah rekening. Nominal simpanan di bawah Rp 100 juta tumbuh 4,7%, sementara jumlah rekening meningkat 9%.
Baca Juga: KB Bank Optimistis Kredit Konsumer Tumbuh Positif hingga Kuartal III 2026
Menurut Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, pergerakan saldo simpanan masyarakat pada dasarnya dipengaruhi oleh berbagai faktor.
“Pergerakan saldo simpanan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kebutuhan konsumsi, kondisi cash flow, hingga perubahan preferensi masyarakat dalam mengelola dan menempatkan dananya,” ujar Kunardy kepada Kontan, Selasa (15/9/2026).
Di KB Bank sendiri, ia bilang simpanan dengan nominal di bawah Rp 100 juta masih menunjukkan pertumbuhan dari sisi jumlah rekening. Per Agustus 2026, jumlah rekening pada segmen tersebut tumbuh di kisaran single digit dibandingkan posisi April 2026.
Namun, total saldo simpanan masih bergerak dinamis mengikuti kebutuhan dan pola pengelolaan dana nasabah.
Baca Juga: KB Bank Genjot Dana Murah, Giro dan Tabungan Tumbuh Double Digit per Juli 2026
Kunardy memperkirakan perkembangan simpanan dengan nominal di bawah Rp 100 juta masih akan dinamis dalam beberapa bulan ke depan. Menurutnya, sejumlah faktor akan mempengaruhi perkembangan simpanan masyarakat.
Faktor tersebut antara lain tingkat suku bunga, pendapatan dan daya beli masyarakat, pertumbuhan konsumsi, kondisi pasar keuangan, serta kebijakan perbankan dalam menyediakan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah.
Selain itu, perkembangan digital banking dan peningkatan aktivitas transaksi juga menjadi faktor penting dalam penghimpunan dana.
“Sehingga kemampuan bank dalam memenuhi kebutuhan transaksi dan finansial nasabah secara menyeluruh akan semakin berperan dalam penghimpunan dana,” sebut Kunardy.
Baca Juga: DPK Diproyeksi Tumbuh Melambat, KB Bank Siapkan Strategi Perkuat Dana Murah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














