Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Dana korporasi masih deras mengalir ke perbankan. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat, simpanan di atas Rp 5 miliar menjadi kelompok dengan pertumbuhan tertinggi hingga Juni 2026, naik 15,44% secara tahunan.
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan, secara umum pertumbuhan simpanan terjadi di seluruh kelompok nominal simpanan (tiering), baik nasabah ritel maupun korporasi.
"Per Juni pertumbuhan simpanan di seluruh kelompok tiering masih terjaga. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada kelompok simpanan di atas Rp 5 miliar yang meningkat 15,44% secara tahunan dan didominasi oleh dana korporasi," ujar Anggito dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (3/8/2026).
Meski demikian, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, pertumbuhan simpanan bernilai besar menjadi sinyal bahwa korporasi masih memilih menahan ekspansi dan menyimpan dana di perbankan.
Baca Juga: Per Juli 2026, Sudah Lima Asuransi Spin Off UUS dengan Mendirikan Perusahaan Baru
Menurutnya, kondisi tersebut sejalan dengan masih lemahnya aktivitas sektor riil yang tercermin dari indeks manufaktur yang berada di bawah level ekspansi serta kinerja ekspor yang belum pulih.
"Kalau simpanan di atas Rp 5 miliar semakin tinggi, ini menunjukkan banyak korporasi belum percaya diri melakukan ekspansi usaha sehingga dananya lebih banyak disimpan di perbankan," ujarnya.
Bhima bilang, sikap wait and see pelaku usaha dipengaruhi tingginya ketidakpastian kebijakan, mulai dari arah insentif kendaraan listrik, implementasi kebijakan perdagangan dengan Amerika Serikat, hingga berbagai kebijakan ekonomi yang dinilai masih didorong belanja pemerintah.
Akibatnya, investasi swasta dinilai belum menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tekanan ekonomi pada semester II-2026 apabila belanja modal dan perekrutan tenaga kerja oleh korporasi belum meningkat.
Di sisi lain, Bhima juga mengingatkan adanya potensi ketimpangan pertumbuhan dana masyarakat apabila simpanan korporasi terus meningkat lebih cepat dibandingkan simpanan ritel.
Menurutnya, perbankan perlu menjaga keseimbangan struktur dana dengan memperkuat penghimpunan dana individu melalui pengembangan layanan wealth management dan peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee based income).
"Bank perlu memperkuat penawaran wealth management dan layanan konsultasi bagi nasabah prioritas agar komposisi dana korporasi dan dana individu tetap seimbang," katanya.
Baca Juga: Adira Finance Catat Pembiayaan Alat Berat Rp 442 Miliar Hingga Juni 2026
Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga mencatat tren serupa. Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, jumlah rekening dengan simpanan di atas Rp 5 miliar meningkat 8% secara tahunan hingga Juni 2026.
Adapun secara nominal, total dana pada kelompok nasabah tersebut naik sekitar 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Secara konsolidasi, total dana pihak ketiga (DPK) BCA meningkat 7,9% secara tahunan menjadi Rp 1.284 triliun per Juni 2026. Pertumbuhan terutama berasal dari giro dan tabungan, dengan porsi dana murah (CASA) mencapai sekitar 84,3% dari total DPK," ujar Hera.
Menurut Hera, pertumbuhan simpanan dipengaruhi berbagai faktor makroekonomi, baik kondisi domestik maupun global. Karena itu, BCA terus memperkuat strategi hybrid banking dengan mengintegrasikan layanan digital dan kantor cabang untuk memenuhi kebutuhan nasabah.
Selain itu, BCA juga terus mengembangkan layanan wealth management, solusi investasi, serta pendekatan relationship banking guna menjaga pertumbuhan dana sekaligus mengelola biaya dana (cost of fund) secara efisien.
Senada, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) juga mencatat tren positif pada penghimpunan dana dari nasabah kaya.
Retail Funding Division Head BTN Frengky Rosadrian mengatakan, pertumbuhan simpanan di atas Rp 5 miliar terus menunjukkan tren positif dan kini menyumbang lebih dari 40% total dana nasabah BTN.
Baca Juga: BRI Siap Optimalkan Dana SAL untuk Perkuat Penyaluran Kredit UMKM
"Dana kelolaan dari segmen nasabah kaya berkontribusi lebih dari 40% terhadap total dana nasabah kami. Ini menjadi salah satu pilar penting dalam struktur pendanaan BTN dan masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar," kata Frengky.
BTN menargetkan pertumbuhan dana dari segmen tersebut tetap berada di atas 20% hingga akhir tahun. Untuk mencapainya, perseroan akan memperkuat layanan BTN Prioritas dan BTN Private melalui pendekatan yang lebih personal, melengkapi produk wealth management, serta memanfaatkan ekosistem properti sebagai keunggulan kompetitif.
"Bagi kami, kepercayaan nasabah kelas atas dibangun melalui kualitas hubungan jangka panjang, bukan semata-mata melalui insentif sesaat," tutup Frengky.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
