kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.557.000   3.000   0,12%
  • USD/IDR 18.093   -96,00   -0,53%
  • IDX 5.030   110,49   2,25%
  • KOMPAS100 648   16,04   2,54%
  • LQ45 514   12,41   2,48%
  • ISSI 166   2,88   1,77%
  • IDX30 289   6,27   2,22%
  • IDXHIDIV20 389   6,59   1,72%
  • IDX80 75   1,80   2,47%
  • IDXV30 108   1,64   1,54%
  • IDXQ30 97   2,23   2,35%

BNI Catat Laba Bersih Rp 10,76 Triliun pada Semester I 2026, Kredit Tumbuh 24,4%


Rabu, 05 Agustus 2026 / 09:44 WIB
BNI Catat Laba Bersih Rp 10,76 Triliun pada Semester I 2026, Kredit Tumbuh 24,4%
ILUSTRASI. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 10,76 triliun pada semester I 2026. ?(KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Aura Putri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 10,76 triliun pada semester I 2026. Perolehan tersebut meningkat 6,6% secara tahunan (year on year/YoY) dari Rp 10,09 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan BNI, Rabu (5/8/2026), pertumbuhan laba ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 14,2% YoY menjadi Rp 22,29 triliun. Sementara itu, pendapatan nonbunga naik 12,5% YoY menjadi Rp 11,75 triliun. Total pendapatan operasional meningkat 13,6% YoY menjadi Rp 34,04 triliun.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BNI mencapai Rp 968,54 triliun atau tumbuh 24,4% YoY. Dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat 22,3% YoY menjadi Rp 1.100,19 triliun. Adapun total aset perseroan naik 21,6% YoY menjadi Rp 1.461 triliun.

Baca Juga: OJK Terima 57.366 Pengaduan Lewat Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen per Juli 2026

Komposisi DPK ditopang dana murah (CASA) sebesar Rp 719,97 triliun, naik 11,2% YoY. Rinciannya, giro tumbuh 12,3% menjadi Rp 428,64 triliun dan tabungan meningkat 9,6% menjadi Rp 291,33 triliun. Sementara deposito melonjak 50,7% YoY menjadi Rp 380,22 triliun.

Di sisi profitabilitas, pre-provision operating profit (PPOP) meningkat 14,5% YoY menjadi Rp 18,50 triliun. Namun, provisioning charges naik 42,1% YoY menjadi Rp 5,38 triliun.

Kualitas aset tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bank only stabil di level 1,9%, sedangkan loan at risk (LaR) membaik dari 11,0% menjadi 8,1%. Credit cost tercatat 1,12%, masih berada dalam kisaran panduan perseroan sebesar 1,0%-1,2%.

Baca Juga: Premi Asuransi Properti Allianz Utama Tumbuh 7% per Juni 2026

Untuk target tahun ini, BNI mempertahankan proyeksi pertumbuhan kredit sebesar 8%-10% dan credit cost di kisaran 1,0%-1,2%. Namun, perseroan merevisi target net interest margin (NIM) menjadi 3,3%-3,5% dari sebelumnya 3,5%-3,8%. Revisi tersebut dilakukan untuk mencerminkan kompetisi deposito pada kuartal II 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×