kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Simpanan Rumah Tangga di Perbankan Semakin Menciut, Ini Pemicunya


Minggu, 11 Januari 2026 / 19:09 WIB
Simpanan Rumah Tangga di Perbankan Semakin Menciut, Ini Pemicunya
ILUSTRASI. DPK Perbankan: Teller menghitung uang di Bank Mandiri, Jakarta (KONTAN/Baihaki). Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan rata-rata Dana Pihak Ketiga (DPK) rumah tangga per rekening hanya sekitar Rp 6,02 juta pada November 2025.


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kemampuan masyarakat untuk menabung uangnya di perbankan tampaknya belum pulih. Hal tersebut tercermin dari simpanan rata-rata rumah tangga yang tampak menciut.

Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa rata-rata Dana Pihak Ketiga (DPK) rumah tangga per rekening hanya sekitar Rp 6,02 juta pada November 2025.

Jumlah ini lebih rendah jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya yang bisa mencapai Rp 6,48 juta per rekening.

Baca Juga: Hemat Ratusan Ribu, Ini Trik Cerdas Tekan Tagihan Rumah Tangga Anda

Secara rinci, untuk instrumen tabungan sendiri, rata-rata per rekening di periode yang sama juga turun menjadi Rp 4,03 juta. Pada November 2024, rata-rata tabungan per rekening mencapai sekitar Rp 4,16 juta.

Menanggapi hal tersebut, Head of Deposit Product Management Bank Mandiri Mega Ekaputri Pujianto mengungkapkan hal tersebut dikarenakan perlambatan pertumbuhan total DPK rumah tangga yang secara industri masih terjadi.

Di mana, BI mencatat pertumbuhan DPK rumah tangga ada di kisaran 1,78% YoY dan jumlah rekening lebih kencang di kisaran 9% YoY.

Di Bank Mandiri sendiri, Mega menyebutkan simpanan rumah tangga masih tumbuh lebih dari industri dengan pertumbuhan berkisar 7% YoY per November 2025. Rasio dana murah dari Bank Mandiri juga mendominasi sekitar 71%.

Baca Juga: Gagas Asosiasi Peralatan Rumah Tangga, Komut Homeco Living (LIVE) jadi Ketua IHA

Mega bilang kondisi ini tidak sepenuhnya mencerminkan pelemahan ekonomi rumah tangga, karena daya beli dan aktivitas konsumsi masih relatif terjaga. Hanya saja, masyarakat lebih selektif dalam membelanjakan dana.

“Ada penyesuaian pola konsumsi dan pengelolaan likuiditas masyarakat,” ujar Mega.

Retail Funding Division Head BTN, Frengky Rosadrian pun mengungkapkan bahwa BTN masih mampu mencatatkan kenaikan khususnya dari produk tabungan dan giro perorangan.

Di mana, pada instrumen tersebut ada pertumbuhan sebesar 4% secara YoY berdasarkan data posisi Desember 2025.

Hanya saja, ia menyadari pertumbuhan dalam mempertahankan dan meningkatkan akuisisi nasabah tersebut tidak serta merta mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat sudah pulih.

Baca Juga: Panduan Jaga Hubungan: 5 Langkah Membangun Rumah Tangga Kuat

“Kami mendorong literasi keuangan kepada seluruh nasabah dan masyarakat pada umumnya untuk bijak dalam pengelolaan keuangan baik simpanan maupun pinjaman,” jelas Frengky.

Sementara itu, Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan juga sependapat bahwa saat ini instrumen tabungan memang belum pulih.  Menurut Lani, kondisi ini mencerminkan pula kondisi daya beli masyarakat yang belum pulih.

“Kita lihat saja perkembangannya,” ujarnya singkat.

Selanjutnya: Bullish IHSG Diprediksi Berlanjut, IPOT Rekomendasikan Sektor Properti dan Tambang

Menarik Dibaca: Provinsi Ini Dilanda Hujan Sangat Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (12/1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×