kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

SMF Incar Kenaikan Kredit 48,94%


Senin, 22 Februari 2010 / 10:57 WIB


Sumber: KONTAN | Editor: Johana K.

JAKARTA. PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) sangat optimistis menapaki Tahun Macan ini. Perusahaan pelat merah ini memasang target tinggi untuk pertumbuhan kredit.

Tahun ini, SMF membidik penyaluran kredit hingga Rp 1,4 triliun. Artinya, ada kenaikan 48,94% dari pencapaian pada tahun lalu.
Sekretaris Perusahaan SMF Heliantopo, mengungkapkan, tahun lalu pihaknya membukukan total penyaluran pinjaman sekitar Rp 940 miliar. "Tahun ini kita optimistis bisa mencapai target, apalagi perekonomian di 2010 akan lebih baik," katanya, Minggu (21/2).
Total penyaluran pinjaman baru selama 2009 mencapai Rp 400 miliar. Tahun ini, SMF menargetkan pinjaman baru hingga Rp 450 miliar. "Naik 12,5%," ujar Heliantopo.

SMF menyiapkan dua skema baru. Yakni, refinancing dan sekuritisasi aset. Dalam skema refinancing, SMF memberikan pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) ke bank dan lembaga pembiayaan. Selanjutnya, kedua lembaga keuangan itu menyerahkan tagihan KPR sebagai jaminan untuk SMF.

Sementara, pada skema sekuritisasi aset, tagihan nasabah KPR di bank dikonversi menjadi surat berharga yang bisa diperjualbelikan. "Penyaluran pinjaman seluruhnya diberikan ke lembaga penyalur KPR," ujar Heliantopo.

Tahun lalu, total aset SMF mencapai Rp 1,9 triliun. Adapun, posisi modal ditambah laba ditahan mencapai Rp 1,35 triliun. Sayang, Heliantopo enggan memerinci laba bersih SMF. "Ukuran keberhasilan SMF tak dilihat dari perolehan laba, namun jumlah dana yang disalurkan melalui lembaga penyalur," kilahnya.

Obligasi dan dana internal masih menjadi sumber pendanaan SMF. Rencananya, pada tahun ini, SMF kembali menerbitkan obligasi minimal senilai Rp 551 miliar. "Obligasi akan diterbitkan saat pasar sedang efisien, agar imbal hasil yang ditawarkan rendah sehingga dana yang disalurkan ke lembaga penyalur KPR juga rendah," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×