kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

SMF rilis obligasi lagi awal tahun depan


Senin, 16 Oktober 2017 / 15:10 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penerbitan surat utang menjadi salah satu sumber pendanaan yang diandalkan oleh PT Sarana Multigriya Financial alias SMF. Meski begitu, di sisa tahun ini perusahaan plat merah itu berencana tak bakal merilis obligasi lagi.

Menurut Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo, penerbitan surat utang berikutnya rencananya bakal dilakukan dilakukan pada kuartal pertama 2018. "Untuk nilainya masih kita lihat berapa kebutuhan likuiditas kami," kata dia, Senin (16/10).

Yang pasti, dia bilang perusahaannya masih punya ruang yang luas untuk penerbitan surat utang baru. Dari plafon Penawaran Umum Berkelanjutan IV sebesar Rp 12 triliun, SMF baru menerbitkan dua triliun diantaranya.

Secara total, SMF sudah 29 kali menerbitkan surat utang dengan nilai total emisi sebesar Rp 19,2 triliun. Sedangkan sampai saat ini, nilai outstanding obligasi yang dimiliki perusahaan pembiayaan sekunder perumahan tersebut mencapai Rp 8,2 triliun.

Penerbitan surat utang terbaru yang dilakukan perusahaan adalah sebesar Rp 1 triliun. Di penerbitan ini, Ananta menyebut terjadi kelebihan permintaan sampai Rp 3,88 triliun alias nyaris empat kali.

Besarnya permintaan ini, menurut dia didorong oleh sejumlah hal. Diantatranya adalah profil SMF yang merupakan perusahaan milik pemerintah dengan rating AAA. "Bisnisnya juga solid dengan risiko yang kecil dan kupon obligasinya juga menarik," ungkapnya.

Meski mengalami oversubscirbe, namun SMF tetap mempertahankan nilai emisi sebesar Rp 1 triliun. Ia beralasan, jumlah sebesar itu sudah disesuaikan dengan kebutuhan likuiditas dan proyeksi mitra perbankan dalam menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) sampai akhir tahun nanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×