CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Stanchart: Keberadaan bank asing bagus untuk memacu kompetisi


Kamis, 24 Maret 2011 / 12:49 WIB
ILUSTRASI. ilustrasi kesehatan, minuman dan makanan untuk kesehatan , kopi buji kopi kafe


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Ruisa Khoiriyah


JAKARTA. Dominasi pemodal asing di industri strategis perbankan sudah lama menjadi sorotan banyak pihak. Sebagian kalangan menilai, Bank Indonesia (BI) selaku otoritas industri mestinya berani mengeluarkan kebijakan pembenahan industri agar dominasi asing tidak kian menggurita. Namun, sebagian lain menilai dominasi investor asing di industri yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak ini justru bagus untuk memicu kompetisi di antara pelaku industri perbankan

Ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan menuturkan, pembatasan keberadaan pemodal asing berikut bank asing di industri perbankan justru akan melemahkan tingkat kompetisi. "Jika aktivitas bank asing dibatasi maka kompetisi akan lemah," papar Fauzi Ichsan, Kamis (24/3).

Sebaliknya, jika bank asing diberikan kebebasan untuk membuka cabang bahkan hingga ke pelosok, menurut Fauzi, kemungkinan selisih bunga simpanan dan pinjaman alias nett interest margin perbankan bisa lebih menciut. "Kompetisi semakin ketat, sehingga bank lokal pun ikut terpacu," katanya.

Fauzi menilai, sekarang tinggal kebijakan BI apakah ingin melindungi perbankan lokal atau melindungi kepentingan masyarakat. "Jika ingin melindungi masyarakat, NIM perbankan sebaiknya turun. Salah satu caranya adalah dengan membebaskan kompetisi," tandasnya.

Sebelumnya, Hariyadi B. Sukamdani, Wakil Ketua Kadin bidang Kebijakan Publik, Fiskal dan Moneter menilai saat ini BI terlalu longgar membiarkan industri perbankan dikuasai oleh investor asing. Padahal perbankan berkaitan dengan hajat hidup orang banyak.

BI sendiri mengakui, kinerja bank asing di Indonesia kurang memuaskan. Terbukti, bank asing merupakan kelompok bank dengan nilai penyaluran kredit terendah di antara kelompok bank-bank lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×