Reporter: Ade Priyatin | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) resmi menahan suku bunga acuan pada level 4,75% pada Februari 2026.
Keputusan ini disambut baik oleh PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) karena stabilitas suku bunga memberi kepastian bagi industri asuransi.
Menurut Head of Investment AXA Mandiri Erika Marthalina, suku bunga yang stabil berdampak positif bagi industri asuransi karena membantu menjaga hasil investasi dan daya beli masyarakat untuk membayar premi.
“Dengan suku bunga yang konsisten, masyarakat juga bisa membuat perencanaan keuangan dengan lebih percaya diri,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (11/3/26).
Baca Juga: Saham Big Banks Rebound Rabu (11/3), BBNI dan BBRI Menguat, BBCA dan BMRI Melemah
Dari sisi investasi, stabilitas suku bunga membuat kurva imbal hasil lebih dapat diprediksi sehingga membantu perusahaan dalam pengelolaan portofolio serta asset–liability management (ALM).
Namun, ketetapan suku bunga yang relatif rendah tetap menjadi tantangan. Terutama bagi produk asuransi tradisional yang memiliki komitmen imbal hasil minimum.
Rendahnya risk-free rate membuat imbal hasil instrumen pendapatan tetap berada di level tertekan. Akibatnya, selisih antara imbal hasil investasi dan kewajiban perusahaan menjadi lebih sempit.
AXA Mandiri juga menilai penyesuaian komposisi investasi menjadi relevan pada 2026. Hal ini seiring tren penurunan suku bunga global.
Kondisi tersebut mulai mengurangi daya tarik instrumen pasar uang dan deposito. Sebaliknya, produk berbasis saham dinilai memiliki potensi positif.
Meski begitu, pengelolaan investasi tetap disesuaikan dengan profil risiko nasabah. Khususnya untuk produk unit linked.
AXA Mandiri menargetkan pertumbuhan investasi yang berkelanjutan. Perusahaan juga menekankan pentingnya kualitas investasi dan manajemen risiko.
"Bagi AXA Mandiri, pertumbuhan yang bermakna adalah pertumbuhan yang berkualitas dan mampu memberikan solusi perlindungan terbaik bagi masyarakat Indonesia untuk melangkah pasti dalam jangka panjang," tutupnya.
Baca Juga: Indonesia Gadai Oke Sebut Ada Peningkatan Aktivitas Gadai Menjelang Lebaran
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













