Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan suku bunga Acuan Bank Indonesia (BI-Rate) tidak serta-merta membuat PT Gadai ValueMax Indonesia (Gadai ValueMax) melakukan penyesuaian bunga gadai.
Menurut Manager Accounting Gadai ValueMax, Panji Parang Kunang, pihaknya akan terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pasar, biaya pendanaan, dan kebutuhan nasabah.
Selain itu, saat ini kondisi struktur pendanaan masih terjaga dan perusahaan masih bisa menjaga efisiensi operasional sehingga belum diperlukan penyesuaian tarif kepada nasabah.
Baca Juga: Bale by BTN Catat 51,5 Juta Transaksi Senilai Rp55,45 Triliun hingga Mei 2026
"Kami terus memantau perkembangan kondisi makroekonomi, termasuk perubahan suku bunga acuan dan biaya pendanaan perusahaan," ujarnya kepada Kontan, Jumat (12/6/2026).
Lebih lanjut, Panji menyebut bahwa perusahaan terus berupaya untuk menjaga fundamental bisnis agar perubahan makroekonomi tidak serta-merta dibebankan kepada nasabah.
Panji juga mengatakan kalau daya tarik utama gadai tidak terletak pada tingkat bunganya, melainkan dipengaruhi faktor lain. Mulai dari kemudahan proses, akurasi taksiran, kecepatan pencairan, keamanan barang jaminan, fleksibilitas, dan kualitas layanan yang berorientasi pada nasabah.
Karena itu, keputusan menahan bunga gadai di Gadai ValueMax diharapkan bisa memberi nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat.
Di tengah dinamika suku bunga, Gadai ValueMax menegaskan akan fokus untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis dan kemudahan akses bagi masyarakat.
Dengan strategi tersebut, aktivitas pembiayaan gadai di Gadai ValueMax tetap mencatatkan kinerja yang positif dan terjaga pada sepanjang kuartal II-2026.
Baca Juga: BRI Siapkan Dana Rp 500 Miliar untuk Buyback Saham
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













