Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat saat ini berpotensi memengaruhi permintaan gadai.
Direktur PT Budi Gadai Indonesia, Budiarto Sembiring menyebut bahwa tekanan ekonomi bisa meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap dana cepat melalui layanan gadai.
"Ketika inflasi meningkat, harga kebutuhan pokok naik, dan biaya pendidikan bertambah, masyarakat cenderung mencari dana cepat melalui gadai,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (4/6/2026).
Hal serupa juga disampaikan oleh Direktur Utama PT Gadai ValueMax Indonesia, Brian Wiraatmadja. Menurutnya saat kondisi ekonomi menantang, kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan jangka pendek akan ikut meningkat.
Baca Juga: Suku Bunga Tinggi, Gadai ValueMax Ungkap Permintaan Masih Stabil
"Tekanan ekonomi tentu dapat memengaruhi permintaan gadai," katanya.
Fokus utama perusahaan gadai saat ini tidak hanya menangkap peluang pertumbuhan, tetapi juga menjaga kualitas pembiayaan dan keberlanjutan bisnis.
Budi Gadai misalnya, telah menyiapkan sejumlah strategi seperti menambah likuiditas, ekspansi jaringan cabang, menjaga kualitas layanan, hingga memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menggunakan layanan gadai yang legal.
Menurut Budi, edukasi tersebut penting untuk menjaga kepercayaan nasabah, terutama terkait keamanan barang jaminan yang dititipkan kepada perusahaan.
Baca Juga: Budi Gadai Targetkan Pertumbuhan Bisnis 20% pada Tahun 2026
Sementara itu, Gadai ValueMax memilih memperkuat kualitas portofolio pembiayaan dan meningkatkan edukasi kepada nasabah mengenai pengelolaan pinjaman yang bijak.
Di sisi lain, perusahaan berupaya menjaga fleksibilitas layanan agar tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat melalui pelayanan yang mudah, aman, nyaman, ramah, dan sigap.
Dengan strategi tersebut, pelaku industri gadai berharap dapat menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus mempertahankan kualitas pembiayaan di tengah dinamika ekonomi yang masih menantang.
Baca Juga: Gadai ValueMax Catat Lonjakan Pembiayaan 300% hingga April 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













