Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) total penjualan mobil listrik mencapai 117.108 unit pada Semester I-2026, atau menyumbang 26,8% dari total pasar otomotif nasional yang sebesar 436.564 unit. Kontribusi kendaraan listrik naik tajam jika dibandingkan capaian pada Semester I-2025, dengan total penjualan mencapai 69.134 unit atau porsinya setara 18,3%.
Mengenai hal itu, PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) menilai peningkatan adopsi kendaraan listrik merupakan perkembangan positif bagi industri asuransi dalam jangka panjang. Namun, Corporate Secretary PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) Rahmat Dwiyanto menerangkan dampaknya terhadap kinerja perusahaan saat ini masih terbatas.
Sebab, Rahmat bilang portofolio asuransi kendaraan bermotor perusahaan masih di bawah 5% dari total premi sepanjang Semester I-2026, karena YOII baru kembali memasarkan produk tersebut pada awal 2025.
Baca Juga: Tabungan Haji Bank Mega Syariah Tumbuh Dobel Digit
"Selain itu, lebih dari 90% portofolio kendaraan yang kami tanggung masih didominasi kendaraan berbahan bakar konvensional dan hybrid, sehingga kontribusi kendaraan listrik terhadap premi perusahaan masih belum signifikan," ungkapnya kepada Kontan, Senin (27/7).
Lebih lanjut, Rahmat melihat masih terdapat potensi protection gap karena karakteristik risiko kendaraan listrik berbeda dengan kendaraan konvensional. Misalnya saja, dia bilang risiko kerusakan baterai akibat thermal runaway, benturan pada bagian bawah kendaraan yang memengaruhi baterai, maupun penurunan kapasitas baterai memerlukan pengaturan manfaat polis yang lebih spesifik.
"Terdapat juga risiko baru, seperti kerusakan perangkat home charger, gangguan saat pengisian daya, hingga aspek perangkat lunak dan konektivitas kendaraan," tuturnya.
Rahmat mengatakan pengembangan produk juga masih memerlukan dukungan ekosistem yang lebih matang, termasuk ketersediaan data risiko, biaya perbaikan, jaringan bengkel, dan pengalaman klaim.
Sementara itu, Rahmat memandang prospek asuransi kendaraan listrik cukup menjanjikan, seiring meningkatnya penetrasi kendaraan listrik di Indonesia. Terkait hal itu, dia bilang YOII akan terus memantau perkembangan pasar dan peluang pengembangan produk yang sesuai dengan karakteristik risiko kendaraan listrik.
Sejalan dengan strategi perusahaan sebagai penyedia asuransi gaya hidup, Rahmat mengatakan YOII akan terus mengembangkan produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi dan analisis data agar keputusan bisnis dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan berbasis kebutuhan pasar.
"Apabila ekosistem kendaraan listrik makin matang, kami melihat peluang untuk menghadirkan solusi perlindungan yang lebih spesifik bagi segmen tersebut," ucap Rahmat.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di situs resmi, YOII mencatatkan premi bruto sebesar Rp 211,76 miliar pada Semester I-2026. Nilai klaim yang dibukukan mencapai Rp 56,45 miliar.
Baca Juga: Kualitas Aset Perbankan Kian Sehat, Bank Optimistis Tren Berlanjut hingga Akhir Tahun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













