kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Suku Bunga Turun, BNI Proyeksikan NII Membaik Kuartal II 2025


Selasa, 08 Oktober 2024 / 13:51 WIB
Suku Bunga Turun, BNI Proyeksikan NII Membaik Kuartal II 2025
ILUSTRASI. Dampak penurunan suku bunga acuan diperkirakan baru akan terasa pada kuartal II 2025. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penurunan suku bunga acuan rasa-rasanya belum akan langsung memperbaiki kondisi beban dana perbankan. Salah satunya, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) melihat pendapatan bunga bersih (NII) belum akan membaik hingga akhir tahun.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar bilang dampak penurunan suku bunga terhadap NII baru akan terasa di awal tahun. Setidaknya, itu akan terlihat di kuartal II-2025.

“Kalau suku bunga turun, NII harusnya membaik. NII membaik, karena cost-nya kan harus turun. Tapi lagi-lagi saya bilang, mungkin akan membaik di kuartal kedua tahun depan,” ujarnya saat ditemui di JCC Senayan, Rabu (8/10).

Bukan tanpa alasan, ia bilang bahwa saat ini tak bisa terpungkiri dengan kondisi likuiditas yang ketat. Terlebih, ia juga menyoroti likuiditas yang terserap oleh instrumen Sekuritisasi Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Baca Juga: BNI Optimistis Kinerjanya Tumbuh Positif di Kuartal III-2024

“Kita sih berharap Bank Indonesia juga menurunkan SRBI-nya,” tambah Royke.

Per Agustus 2024, NII BNI tercatat masih mengalami penurunan. Di mana, pada pos tersebut, bank berlogo 46 ini mencatatkan penurunan pendapatan bunga bersih sekitar 6,82% YoY menjadi Rp 25,56 triliun.

Royke bilang ini dikarenakan era bunga tinggi telah membuat beban bunga bank mengalami kenaikan. Sementara, pendapatan bunga naiknya hanya stabil.

“Sekarang kan cost-nya mulai bergerak turun. Jadi NII diharapkan makin baik,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×