kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.004.000   -55.000   -1,80%
  • USD/IDR 16.985   10,00   0,06%
  • IDX 7.337   -248,32   -3,27%
  • KOMPAS100 1.020   -39,17   -3,70%
  • LQ45 751   -25,47   -3,28%
  • ISSI 257   -9,75   -3,65%
  • IDX30 397   -12,77   -3,11%
  • IDXHIDIV20 493   -13,82   -2,73%
  • IDX80 115   -4,19   -3,52%
  • IDXV30 133   -4,17   -3,04%
  • IDXQ30 129   -4,15   -3,13%

Sulitnya Mendapatkan Permodalan Jadi Tantangan bagi LKM, Ini Respons OJK


Minggu, 08 Maret 2026 / 19:13 WIB
Sulitnya Mendapatkan Permodalan Jadi Tantangan bagi LKM, Ini Respons OJK
ILUSTRASI. Ketua Umum Aslindo Burhan (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Indonesia (Aslindo) sempat menyampaikan sulitnya mendapatkan permodalan menjadi salah satu tantangan terbesar industri saat ini.

Terkait hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan LKM perlu melakukan sejumlah upaya untuk mengatasi tantangan tersebut. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman menyebut LKM bisa melakukan penguatan struktur permodalan sesuai dengan ketentuan. 

Dia bilang salah satunya melalui peningkatan setoran modal, optimalisasi kinerja usaha, dan penjajakan kerja sama pendanaan yang prudent.

"Dengan catatan, LKM tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan usaha," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (5/3/2026).

Baca Juga: Penyaluran Pinjaman Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Rp 980 Miliar per Januari 2026

Aslindo menerangkan permodalan memang bisa menjadi tantangan utama yang bisa memengaruhi kinerja penyaluran pembiayaan industri. Tak cuma itu, Ketua Umum Aslindo, Burhan menerangkan industri juga perlu mewaspadai sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kinerja pada 2026, antara lain perlu mewaspadai risiko terjadinya fraud, serta ?lemahnya pengawasan internal.

"LKM juga perlu mewaspadai tata kelola dan kompetensi sumber daya manusia yang lemah," katanya kepada Kontan.

Oleh karena itu, Burhan menekankan seluruh LKM harus bisa membaca tantangan, ancaman, dan kendala di wilayah masing-masing. Dalam menumbuhkembangkan industri LKM, dia menyampaikan Aslindo juga selalu aktif dalam menyampaikan informasi-informasi yang sangat dibutuhkan LKM/LKMS untuk penguatan bisnis.

Baca Juga: Aslindo: Pembiayaan LKM Naik Jelang Lebaran, Tetap Perlu Selektif

Terkait kinerja, OJK mencatat, penyaluran pinjaman LKM per Januari 2026 mencapai Rp 0,98 triliun atau Rp 980 miliar. Jika ditelaah nilainya tumbuh 2,08%, dibandingkan posisi akhir 2025 yang sebesar Rp 960 miliar.

OJK juga mencatat, nilai aset LKM per Januari 2026 mencapai Rp 1,63 triliun. Sejalan dengan kinerja pinjaman, aset LKM per Desember 2025 tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 3,16%, jika dibandingkan posisi per Desember 2025 yang sebesar Rp 1,58 triliun. 

Baca Juga: Penyaluran Pinjaman Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Rp 960 Miliar per Akhir 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×