kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.856.000   -100.000   -3,38%
  • USD/IDR 16.896   41,00   0,24%
  • IDX 7.874   -229,46   -2,83%
  • KOMPAS100 1.107   -33,03   -2,90%
  • LQ45 810   -19,08   -2,30%
  • ISSI 276   -9,30   -3,26%
  • IDX30 424   -8,68   -2,01%
  • IDXHIDIV20 511   -9,49   -1,82%
  • IDX80 124   -3,34   -2,63%
  • IDXV30 138   -3,78   -2,67%
  • IDXQ30 138   -2,09   -1,49%

Penyaluran Pinjaman Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Rp 960 Miliar per Akhir 2025


Jumat, 06 Februari 2026 / 11:47 WIB
Penyaluran Pinjaman Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Rp 960 Miliar per Akhir 2025
ILUSTRASI. Ketua Umum Aslindo Burhan (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran pinjaman industri Lembaga Keuangan Mikro (LKM) tercatat tumbuh melambat.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agusman mengatakan penyaluran pinjaman LKM per Desember 2025 mencapai Rp 0,96 triliun atau Rp 960 miliar. Jika ditelaah nilainya terkontraksi 7,69%, dibandingkan posisi akhir 2024.

"Penyaluran posisi per Desember 2024 sebesar Rp 1,04 triliun," ucapnya dalam keterangan resmi Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) OJK, Jumat (6/2/2026).

Jika ditelaah berdasarkan data OJK mengenai LKM yang dikeluarkan 3 bulan sekali, penyaluran pinjaman LKM per Desember 2025 tercatat bertumbuh tipis 1,05%, dibandingkan posisi per September 2025 yang sebesar Rp 950 miliar.

Baca Juga: Begini Strategi OJK Dorong Kredit UMKM yang Lesu

Lebih lanjut, OJK mencatat nilai aset LKM per Desember 2025 mencapai Rp 1,58 triliun. Sejalan dengan kinerja pinjaman, aset LKM per Desember 2025 tercatat mengalami kontraksi sebesar 6,51%, jika dibandingkan posisi per Desember 2024 yang sebesar Rp 1,69 triliun.

Sementara itu, Asosiasi Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Indonesia (Aslindo) optimistis kinerja Industri LKM masih berpeluang tumbuh pada tahun ini. Ketua Umum Aslindo Burhan mengatakan optimisme itu tak terlepas dari makin tertatanya bisnis LKM.

"Selain itu, LKM juga sudah makin dikenal masyarakat, khususnya di desa-desa," katanya kepada Kontan.

Baca Juga: Menteri PKP Apresiasi Peran BRI Terhadap Keberhasilan Program Perumahan Rakyat

Burhan menerangkan industri hanya tinggal memanfaatkan dengan maksimal berbagai peluang yang ada demi mendorong pertumbuhan. 

Burhan juga tak memungkiri bahwa terdapat tantangan dari kondisi ekonomi yang berpotensi masih tak menentu. Dengan demikian, hal itu juga membuat LKM lebih selektif dalam memberikan pinjaman atau kredit. Selain itu, dia mengatakan faktor sulitnya mendapatkan modal juga menjadi tantangan. 

Selanjutnya: Rupiah Spot Melemah 0,23% ke Rp 16.880 per Dolar AS, Jumat (6/2) Siang

Menarik Dibaca: Harga Emas Global Menguji Naik Setelah Tumbang 3,7% Kemarin

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×