kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Sun Life Tetap Optimalkan Fokus SBN dan Obligasi di Tengah Pulihnya Pasar


Senin, 12 Januari 2026 / 20:52 WIB
Diperbarui Selasa, 13 Januari 2026 / 17:33 WIB
Sun Life Tetap Optimalkan Fokus SBN dan Obligasi di Tengah Pulihnya Pasar
ILUSTRASI. Asuransi Jiwa Sun Life (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life Indonesia) memprioritaskan penempatan dana Surat Berharga Negara (SBN) serta obligasi, meskipun pasar saham mulai menunjukkan pemulihan.

President Director Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo mengatakan, pendekatan ini merupakan bagian dari strategi manajemen aset dan liabilitas alias asset liability management (ALM) untuk menjaga stabilitas hasil investasi, di tengah dinamika pasar keuangan yang mulai menunjukkan pemulihan, termasuk di pasar saham.

“Sebagai perusahaan asuransi jiwa dengan porsi produk tradisional yang masih dominan, struktur liabilitas kami bersifat jangka panjang dan relatif pasti. Oleh karena itu, kelas aset yang paling sesuai adalah fixed income, khususnya SBN dan obligasi berkualitas,” ujar Albertus kepada Kontan, Jumat (9/1/2025).

Baca Juga: Sepanjang 2025, OJK Tindak Tegas 144 Perusahaan Jasa Keuangan dan Beri 175 Peringatan

Albertus menjelaskan, risiko utama yang dikelola perseroan lebih pada risiko suku bunga dan kesenjangan durasi aset dan liabilitas, bukan semata-mata volatilitas harga saham. Karena itu, alokasi saham tetap ada, namun dilakukan secara selektif agar sejalan dengan kewajiban jangka panjang perusahaan.

Memasuki tahun ini, Sun Life Indonesia tetap mempertahankan strategi investasi yang prudent. Namun perusahaan ini tetap membuka peluang pada instrumen saham, terutama seiring pengembangan portofolio produk, baik tradisional maupun unit link.

“Untuk produk unit link, eksposur saham tetap relevan dan tersedia sesuai dengan risk appetite masing-masing pemegang polis. Namun secara korporasi, kami tetap berhati-hati dalam market timing,” kata Albertus.

Menurut Albertus, valuasi pasar saham saat ini tidak lagi berada pada level yang bisa dikategorikan murah, sehingga pendekatan yang diambil lebih bersifat bertahap dan selektif. Dengan demikian, saham tetap menjadi bagian dari portofolio, namun dikelola secara disiplin dalam kerangka manajemen risiko dan valuasi.

Sebagai informasi, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan hingga Oktober 2025, investasi industri asuransi jiwa masih didominasi oleh SBN sebesar Rp 231,86 triliun, jauh di atas penempatan pada saham yang mencapai senilai Rp 121,27 triliun.

Terkait target hasil investasi, Albertus menyebut Sun Life Indonesia menetapkannya secara realistis dengan mempertimbangkan struktur aset dan kondisi pasar. Fokus utama perseroan adalah menjaga kesinambungan hasil investasi yang stabil dan berkelanjutan, sejalan dengan kewajiban kepada pemegang polis.

Baca Juga: OJK: Penyusunan Roadmap Bullion Masih Tahap Finalisasi

“Kontribusi utama tetap berasal dari fixed income, dengan dukungan dari aset lain termasuk saham dan instrumen pasar modal sesuai mandat masing-masing produk,” jelas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×