Reporter: Issa Almawadi | Editor: Hendra Gunawan
JAKARTA. Demi menjaga layanan seiring dengan peningkatan biaya operasional, Bank Central Asia (BCA) memutuskan untuk menaikkan biaya administrasi bulanan. Dari beberapa produk, rerata BCA menaikkan tarif hingga Rp 2.000 hingga Rp 4.000.
Dalam websitenya, BCA merinci, biaya administrasi bulanan Tahapan Silver naik dari Rp 13.000 menjadi Rp 15.000, Tahapan Gold naik dari Rp 13.000 jadi Rp 17.000. Tarif baru ini akan berlaku mulai Januari 2016.
Jahja Setiatmadja, Presiden Direktur BCA menyampaikan, penyesuaian biaya administrasi sejalan dengan biaya operasional serta biaya tenaga kerja yang meningkat. "Mengingat untuk investasi, berupa IT, mesin-mesin yang semua dalam dollar dan operasional yang kenaikan biaya tenaga kerja juga tinggi," ungkap Jahja kepada KONTAN, Senin (21/12).
Namun Jahja enggan mengaku penyesuaian biaya administrasi bulanan itu terkait peningkatan fee based. Menurut Jahja, fee based berkaitan dengan standard services dan layanan.
"Misalnya, tarif Metro Mini Bus dan Trans Jakarta kan beda. Jadi, agar services layanan BCA tetap prima, maka terpaksa kami sesuaikan," imbuh dia.
Komarudin, salah satu nasabah BCA Cabang Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah mengetahui soal biaya administrasi yang baru ini. Menurut Komar, penyesuaian biaya ini masih wajar. "Yang penting pelayanannya juga ikut meningkat," kata Komar.
Berdasarkan websitenya, BCA juga menyesuaikan saldo minimum ditahan Tahapan dan Tahapan Gold menjadi Rp 50.000 dari sebelumnya Rp 10.000. Di produk Tahapan, BCA juga akan memberikan biaya tambahan administrasi jika saldo rata-rata minimum di bawah Rp 100.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













