kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Industri Asuransi Siap Dukung Program KNMP, Fokus Masyarakat Pesisir


Sabtu, 04 April 2026 / 17:56 WIB
Industri Asuransi Siap Dukung Program KNMP, Fokus Masyarakat Pesisir
ILUSTRASI. KKP perkuat pengelolaan rantai dingin di Kampung Nelayan Merah Putih (KKP/dok)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menargetkan, pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) hingga 2029.

Sementara itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pembangunan 1.000 KNMP pada 2026 di berbagai wilayah Indonesia.

Program tersebut dinilai membuka peluang bagi industri asuransi untuk memperluas jangkauan perlindungan ke masyarakat pesisir.

PT Zurich Topas Life (Zurich Life) melihat pembangunan KNMP sebagai langkah strategis untuk mendorong inklusi keuangan.

Baca Juga: OJK Ungkap 4 Strategi Dongkrak Keuangan Syariah, Ini Tantangannya

Director Investment and Risk Management Zurich Life Santy Gui menyebut, program ini berpotensi besar untuk pengembangan asuransi mikro.

“Zurich Life melihat potensi besar di segmen tersebut, terutama dalam menyediakan solusi perlindungan asuransi mikro,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/4).

Ia menambahkan, Zurich Life terbuka untuk menjajaki kolaborasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Pandangan serupa disampaikan PT Asuransi Umum Mega (Mega Insurance). Perusahaan menilai inisiatif pemerintah tersebut menjadi peluang untuk memperluas inklusi keuangan, khususnya di kalangan nelayan.

Risk, Legal, and Compliance Director Mega Insurance Diang Edelina mengatakan, program KNMP berpotensi mendorong kebutuhan berbagai produk perlindungan, mulai dari asuransi kecelakaan diri, kesehatan, hingga perlindungan aset dan aktivitas usaha nelayan.

Baca Juga: OJK Ungkap Tantangan Industri Keuangan Syariah, dari Produk hingga Literasi

“Kami tertarik untuk mengeksplorasi pengembangan produk yang sederhana, terjangkau, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat nelayan,” ujarnya kepada Kontan.co.id.

Meski demikian, Diang menekankan implementasi program membutuhkan pendekatan komprehensif, termasuk peningkatan literasi asuransi serta kolaborasi erat antara pemerintah dan para pemangku kepentingan agar manfaatnya optimal dan berkelanjutan.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga melihat program pembangunan kampung nelayan sebagai peluang bagi industri asuransi.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menyatakan, industri asuransi siap mendukung program pemerintah melalui penyediaan solusi perlindungan risiko bagi masyarakat.

“Industri asuransi pada prinsipnya siap mendukung berbagai program pembangunan pemerintah,” ujarnya.

Baca Juga: Zurich Life Prioritaskan Penempatan Investasi ke Instrumen Obligasi

Dalam konteks ini, asuransi dinilai dapat berperan sebagai pengelola risiko yang melindungi berbagai aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk sektor kelautan dan perikanan.

Dengan demikian, kehadiran asuransi diharapkan mampu mendukung keberlanjutan usaha nelayan sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×