kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Terbatasnya Pasokan BBM Dorong Multifinance Fokus ke Kendaraan Listrik


Sabtu, 04 April 2026 / 18:48 WIB
Terbatasnya Pasokan BBM Dorong Multifinance Fokus ke Kendaraan Listrik
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Kantor CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terbatas akibat konflik Timur Tengah berpotensi mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik.

Kondisi ini dinilai menjadi peluang bagi perusahaan multifinance yang bergerak di pembiayaan kendaraan listrik.

Presiden Direktur PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) Ristiawan Suherman mengatakan, konflik Timur Tengah yang memengaruhi ketersediaan BBM di Indonesia bisa memicu inflasi dan menekan daya beli masyarakat.

Baca Juga: Industri Asuransi Siap Dukung Program KNMP, Fokus Masyarakat Pesisir

“Hal ini tentunya berdampak pada permintaan pembiayaan kendaraan maupun kemampuan bayar yang berpotensi menurun,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/4/2026).

Ristiawan menilai kondisi ini juga membuka peluang bagi perusahaan multifinance untuk melakukan shifting focus atau peralihan pasar, salah satunya ke segmen kendaraan listrik.

“Pembiayaan segmen kendaraan listrik akan menjadi opsi positif dan kompetitif di pasar apabila perubahan harga BBM tidak dapat terhindarkan,” katanya.

Tercatat, nilai pembiayaan mobil listrik CNAF per Februari 2026 mencapai Rp 1,86 triliun, meningkat 105% secara year on year (YoY).

Untuk mendorong kinerja, CNAF akan memperkuat kerja sama dengan dealer dan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) guna memastikan ketersediaan unit sesuai permintaan nasabah.

Baca Juga: OJK Ungkap 4 Strategi Dongkrak Keuangan Syariah, Ini Tantangannya

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan tren serupa di industri multifinance secara keseluruhan.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mencatat, pembiayaan kendaraan listrik multifinance mencapai Rp 21,05 triliun per Januari 2026, tumbuh 39,13% dibanding periode sama tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan signifikan ini didorong peningkatan penjualan kendaraan listrik. Kami memperkirakan pembiayaan kendaraan listrik multifinance akan tetap tumbuh positif sepanjang 2026, sejalan tren elektrifikasi kendaraan,” ungkap Agusman.

Dengan tren ini, sektor multifinance memiliki peluang strategis untuk memanfaatkan momentum peralihan masyarakat ke kendaraan ramah lingkungan, sekaligus memperkuat portofolio pembiayaan di segmen baru yang tengah berkembang pesat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×