kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.543   43,00   0,25%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tahun ini, kartu kredit ANZ masih dibayangi aturan


Kamis, 23 Januari 2014 / 16:59 WIB
ILUSTRASI. FILE PHOTO: Silhouettes of mobile device users are seen next to a screen projection of Youtube logo in this picture illustration taken March 28, 2018. REUTERS/Dado Ruvic/File Photo


Reporter: Issa Almawadi | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Bank ANZ Indonesia memprediksi, bisnis kartu kredit tahun ini masih akan dibayangi aturan pembatasan kepemilikan kartu kredit. Bank Indonesia mengatur tentang kepemilikan kartu melalui Surat Edaran Bank Indonesia no.14/27/DASP tanggal 2 September 2012 mengenai mekanisme penyesuaian kepemilikan kartu kredit.

Kepada KONTAN, Luskito Hambali, Direktur Pembiayaan Konsumen ANZ, pihaknya masih melihat adanya beberapa tantangan dari kebijakan tersebut yang akan mempengaruhi pertumbuhan kartu kredit ANZ. Salah satunya, pembatasan dua kartu untuk nasabah dengan pengahasilan di bawah Rp 10 juta. Tenggat waktu yang diberikan BI sampai 31 Desember 2014.

Selain itu terdapat edukasi kepada pengguna kartu kredit seluruh Indonesia mengenai rencana Bank Indonesia agar semua transaksi kartu kredit harus menggunakan 6 digit PIN. "Namun dari semua itu ANZ optimistis pendapatan dan pertumbuhan bisnis kartu kredit kami akan terus meningkat di 2014," jelas Luskito.

Sayang, Luskito tidak menyebutkan proyeksi pertumbuhan bisnis kartu kredit, baik dari sisi penerbitan kartu baru maupun volume transaksinya. Pada tahun 2013, jumlah kartu baru ANZ merosot 10% dibanding setahun sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×