kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.958   45,00   0,25%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Tak sanggup layani KPR murah, BCA pilih beri pinjaman ke BTN


Jumat, 09 Februari 2018 / 20:50 WIB
ILUSTRASI. Pelayanan Nasabah di Bank Central Asia (BCA)


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyebut telah menyiapkan dana Rp 2 triliun per tahun untuk kredit pemilikan rumah (KPR) khusus kalangan menengah ke bawah.

Hanya saja, Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan kredit tersebut tidak dikucurkan secara langsung kepada calon debitur.

Melainkan, berupa pinjaman kepada bank spesialis penyalur KPR rumah murah yakni PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).

"BCA siapkan sekitar Rp 2 triliun tiap tahun untuk BTN karena memang mereka yang spesialis di bidang tersebut dan masyarakat sudah lebih familiar," ujarnya saat menghadiri BCA Expoversary di ICE BSD, Tangerang, Jumat (9/2).

Alasannya, BCA belum memiliki kemampuan baik dari segi sumber daya manusia (SDM) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pengajuan KPR kalangan menengah ke bawah.

Alhasil, perseroan lebih memilih untuk memberikan fasilitas kepada bank yang memang fokus di bidang-bidang tersebut.

Hal serupa pun dilakukan BCA untuk kredit di sektor mikro. Jahja beranggapan, sektor tersebut sudah menjadi pasar tersendiri bagi bank pembangunan daerah (BPD) dan bank perkreditan rakyat (BPR).

Langkah ini dilakukan perseroan, agar BCA tidak mengambil peran sebagai bank pemberi kredit di sektor mikro.

"Sama seperti mikro ada BPD dan BPR, kalau mereka butuh bantuan dana kami akan berikan. Kami bantu di ranah itu," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×