kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Target bisnis tak tercapai, rasio profitabilitas Mandiri Tunas Finance turun


Rabu, 17 Juli 2019 / 18:51 WIB
Target bisnis tak tercapai, rasio profitabilitas Mandiri Tunas Finance turun

Reporter: Ahmad Ghifari | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rasio profitabilitas PT Mandiri Tunas Finance (MTF) turun. Ini terlihat dari penurunan return on asset (RoA).

Direktur Mandiri Tunas Finance Harjanto Tjitohardjojo mengatakan, sampai dengan Mei 2019, MTF membukukan RoA sebesar 3,04%. Rasio ini turun dibandingkan periode sama di tahun 2018 yakni 3,51%.


Menurutnya, penurunan RoA itu dipengaruhi pencapaian bisnis MTF yang tidak sesuai target. "Di bulan Mei 2019, pencapaian bisnis yg tidak sesuai target seperti margin tipis, fee based income turun, unit pembiayaan turun,"kata Harjanto kepada Kontan.co.id, Rabu (17/7).

RoA sendiri, merupakan instrumen untuk mengukur kemampuan suatu multifinance, dalam menghasilkan keuntungan dari aset yang dimilikinya. Semakin tinggi RoA berarti rasio profitabilitas multifinanfe semakin baik dari segi penggunaan aset.

Sedangkan dari sisi aset, MTF mencatatkan pertumbuhan sebesar 23,3%, dari Rp 15 triliun pada Juni tahun 2018 menjadi Rp 18,5 trilun pada Juni 2019.

Sementara total booking pembiayaan MTF per Juni 2019 mencapai Rp 13.5 triliun, naik tipis dari Juni 2018 senilai Rp 13.4 triliun.

Sampai akhir 2019, MTF menargetkan RoA di kisaran 3%, atau sama dengan tahun 2018. Demi memenuhi target RoA tersebut, MTF akan melakukan beberapa langkah strategis.

Ddiantaranya mengadakan event atau program dan juga kolaborasi dengan platform digital otomotif. Selain itu, MTF menyasar pembiayaan multiguna dengan membuka cabang khusus multiguna di Surabaya.

MTF juga menggarap pasar coorporate fleet yang sedang tumbuh. "Juga pengembangan jaringan divisi fleet di Jabar & Sumsel serta menggarap pasar mobil komersial," kata Harjanto.




TERBARU

Close [X]
×