kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Taspen mencari investasi pengganti deposito


Minggu, 26 April 2015 / 18:34 WIB
Taspen mencari investasi pengganti deposito
PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) kejar produksi komponen otomotif.


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Makin seretnya suku bunga yang bisa diberikan dari deposito membuat PT Taspen (Persero) mencari-cari instrumen investasi yang bisa memberikan imbal lebih baik. Bahkan penurunan imbal dari deposito ini disebut sebagai salah satu tantangan terbesar mereka tahun ini.

Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro mengatakan, tingkat bunga dari deposito berpotensi terus menciut sehingga berpotensi menekan perolehan hasil investasi mereka. Ia memprediksi rata-rata bunga deposito bakal melorot antara 200 basis points (bps) sampai 300 basis points.

Makanya, Taspen bakal mencari sejumlah instrumen yang setidaknya bisa menutup penurunan yield dari deposito tersebut. "Kita lihat terus kondisinya untuk memperbesar ke investasi langsung, reksadana, dan saham," kata Iqbal, Munggu (26/4).

Hingga saat ini porsi penempatan dana perseroan di deposito memang masih terbilang besar yakni mencapai lebih dari 27%. Sementara penempatan dana terbesar masih ada di portofolio surat utang baik dari pemerintah maupun korporasi yakni sekitar 67,2%.

Sedangkan porsi penempatan di saham dan reksa dana baru mencapai 4,5%. Sementara investasi langsung porsinya masih di bawah 1%. "Penempatan langsung juga akan kita naikan jadi 3%," ungkap dia.

Dengan langkah-langkah ini diharapkan yield investasi Taspen setidaknya bisa menyamai tahun kemarin. Dimana di 2014 yiled investasi mereka mencapai sekitar 10,5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×