kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.927   18,00   0,10%
  • IDX 5.943   17,05   0,29%
  • KOMPAS100 770   4,91   0,64%
  • LQ45 595   5,40   0,92%
  • ISSI 205   -0,19   -0,09%
  • IDX30 331   2,96   0,90%
  • IDXHIDIV20 424   2,54   0,60%
  • IDX80 88   0,63   0,72%
  • IDXV30 116   0,69   0,59%
  • IDXQ30 108   0,68   0,63%

Tokio Marine Sebut Perkembangan Data Center Bisa Jadi Peluang bagi Industri Asuransi


Rabu, 14 Oktober 2026 / 19:55 WIB
Tokio Marine Sebut Perkembangan Data Center Bisa Jadi Peluang bagi Industri Asuransi
ILUSTRASI. Presiden Direktur Asuransi Tokio Marine Indonesia Sancoyo Setiabudi (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren data center makin menunjukkan peningkatan belakangan ini, seiring perkembangan kebutuhan infrastruktur cloud, kecerdasan buatan, dan digitalisasi enterprise yang terus meningkat. BRI Danareksa Sekuritas bahkan memprediksi kapasitas data center terpasang di Indonesia akan mencapai 3,5 gigawatt pada 2030, dari sekitar 580 megawatt pada semester I-2026.

Mengenai hal itu, PT Asuransi Tokio Marine Indonesia (Tokio Marine Indonesia) menilai perkembangan data center membuka peluang bagi industri asuransi. Salah satunya melalui kebutuhan perlindungan sejak pembangunan hingga operasional. 

"Kami melihat potensi positif pada segmen data center," ujar Presiden Direktur Asuransi Tokio Marine Indonesia Sancoyo Setiabudi kepada Kontan, Rabu (14/10/2026).

Saat ini, Sancoyo menerangkan Tokio Marine Indonesia juga turut berperan dalam memberikan perlindungan asuransi bagi operasional data center.

Baca Juga: Tokio Marine Perkuat Proteksi Hunian dengan Asuransi Home Partner

Lebih lanjut, Sancoyo menyampaikan ada beberapa produk asuransi yang memang bisa masuk ke segmen data center. Dia bilang pada tahap pembangunan dan instalasi, perlindungan dapat mencakup Contractors' All Risks atau Erection All Risks. 

"Pada tahap operasional, produk yang relevan adalah Industrial All Risks, Machinery Breakdown, Electronic Equipment Insurance, serta asuransi tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga," tuturnya.

Meski ada peluang di segmen itu, Sancoyo menyebut cakupan perlindungan perlu disesuaikan dengan kebutuhan, profil risiko, dan ketentuan polis.

Sementara itu, Sancoyo menyampaikan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan perusahaan asuransi dalam memberikan perlindungan terkait data center. Dia menyebut salah satunya mengenai penilaian yang perlu mempertimbangkan cakupan nilai aset, lokasi, keandalan sistem kelistrikan dan pendinginan, proteksi kebakaran, serta kesiapan menghadapi gangguan operasional. 

Menurutnya, pemahaman tersebut menjadi dasar untuk menyusun perlindungan yang sesuai, sekaligus mendukung langkah pencegahan dan pengelolaan risiko.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, premi bruto Tokio Marine Indonesia mencapai Rp 1,23 triliun per September 2026. Adapun klaim bruto perusahaan tercatat sebesar Rp 591,61 miliar. 

Baca Juga: Ini Respons Tokio Marine Indonesia Terkait Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×