Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Tokio Marine Indonesia (Tokio Marine Indonesia) optimistis prospek lini asuransi marine cargo masih berpeluang tumbuh tahun ini. Presiden Direktur Asuransi Tokio Marine Indonesia Sancoyo Setiabudi menerangkan optimisme itu didorong masih berjalannya aktivitas perdagangan dan distribusi barang.
"Kami cukup optimis melihat prospek marine cargo," katanya kepada Kontan, Jumat (5/6).
Meski demikian, Sancoyo menyebut perusahaan juga tetap mencermati sejumlah faktor yang bisa memengaruhi kinerja asuransi marine cargo pada tahun ini. Dia bilang faktornya, yakni volume perdagangan, harga komoditas, kondisi ekonomi global, biaya logistik, dan implementasi kebijakan pemerintah.
Baca Juga: Ubah Nama, OJK Beri Izin Usaha PT Proteksi Pradana Insurance Broker
Untuk mendorong kinerja asuransi marine cargo tahun ini, Tokio Marine Indonesia akan menerapkan sejumlah strategi. Sancoyo bilang perusahaan secara aktif melakukan pemantauan risiko negara dan rute pengiriman, sering masih adanya dinamika geopolitik.
"Khususnya terhadap potensi perubahan kebijakan tarif, pembatasan perdagangan, maupun penyesuaian jalur distribusi," ungkapnya.
Selain itu, Sancoyo menyampaikan Tokio Marine Indonesia juga akan menerapkan underwriting yang disiplin, serta memastikan kepatuhan pada ketentuan yang berlaku. Dia juga mengungkapkan pihaknya akan melakukan pengelolaan risiko yang disiplin, penguatan kerja sama dengan broker dan mitra logistik.
"Ditambah, melakukan peningkatan layanan, terutama proses klaim yang cepat dan transparan," tuturnya.
Lebih lanjut, Sancoyo menyampaikan Tokio Marine Indonesia akan terus mendukung kebutuhan perlindungan nasabah melalui solusi yang kompetitif ke depannya, dengan tetap menjaga kualitas underwriting dan pengelolaan risiko yang prudent.
Sancoyo menyebut lini asuransi marine cargo menyumbang sebesar 28% terhadap total pendapatan premi perusahaan. Berdasarkan laporan keuangan di situs resmi, Tokio Marine Indonesia mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp 232,08 miliar per April 2026.
Baca Juga: Bank Jakarta Bidik Peran sebagai Financial Operating System Kota Masa Depan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













