Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seiring meluasnya penggunaan layanan keuangan dan transaksi digital, literasi keuangan semakin penting dikenalkan sejak dini . Edukasi dapat dimulai dari pemahaman sederhana mengenai cara mengelola uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, hingga mengambil keputusan keuangan secara bijak.
Direktur Utama PT Kredit Utama Fintech Indonesia (RupiahCepat), Balandina Siburian mengatakan, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan perlu dibangun secara bertahap sesuai jenjang usia. Salah satunya melalui edukasi literasi keuangan dasar secara bertahap,
"Seperti memperkenalkan kepada anak-anak sejak usia dini untuk mulai memahami cara mengelola uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mengambil keputusan keuangan secara bijak ketika mereka tumbuh dewasa,” ujar Balandina dalam keterangannya, Jumat (28/8).
Baca Juga: DPK Melambat, Perbankan Perkuat Strategi Kejar Dana Murah
Salah satu upaya tersebut melalui penyediaan Pojok Baca di SD Negeri Teluk Bulan, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Fasilitas berupa buku, rak, dan meja baca tersebut ditempatkan di ruangan sekolah yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat gempa dan telah direnovasi.
Edukasi keuangan juga menyasar mahasiswa. RupiahCepat mengikuti program Pindar Mengajar yang digelar Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) di Universitas Mataram.
Materin mencakup penyusunan anggaran, pengelolaan arus kas pribadi, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta penggunaan layanan pendanaan digital secara bertanggung jawab.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














