Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seiring volume pembayaran transaksi digital yang menurut Bank Indonesia (BI) tumbuh 36,88% pada semester I-2026, layanan e-wallet LinkAja turut menunjukkan pertumbuhan positif pada periode ini.
Chief Executive Officer LinkAja Yogi Riskian Bahar menungkapkan bahwa sepanjang semester I-2026, volume transaksi di LinkAja tumbuh lebih dari 13% dan nilai transaksi meningkat 10% dibanding periode tahun sebelumnya.
"Pertumbuhan ini mencerminkan semakin kuatnya adopsi pembayaran digital dalam aktivitas sehari-hari masyarakat," ujarnya kepada Kontan, Jumat (24/7/26).
Baca Juga: OJK Ungkap 81 BPR/BPRS Dimerger, 200 Bank Lagi Masuk Proses Konsolidasi
Menurutnya masyarakat kini juga lebih mempercayakan transaksi dengan nilai yang lebih besar melalui platform digital.
Sementara itu, Yogi menyebut bahwa aktivitas transaksi di LinkAja masih didominasi oleh kebutuhan sehari-hari yang lebih esensial, misalnya pembayaran tagihan, pembelian bahan bakar, transaksi di merchant, pengisian saldo, dan kebutuhan finansial lainnya.
Dengan penggunaan dompet digital yang makin matang, dalam beberapa tahun ke depan adopsinya akan lebih banyak dipengaruhi oleh promo dan insentif. Selain itu, masyarakat juga akan semakin mempertimbangkan aspek kemudahan, relevansi layanan, keamanan, dan kebutuhan sehari-hari.
Yogi juga melihat adanya peningkatan tren kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis syariah. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis untuk memberikan layanan yang lebih relevan bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














