Reporter: Aura Putri | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Transaksi pembayaran digital menunjukkan tren positif pada semester I 2026. Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 16,07 miliar transaksi atau tumbuh 36,88% secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh semakin luasnya adopsi layanan pembayaran digital. Volume transaksi melalui mobile banking meningkat 31,39% secara tahunan, sementara transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) melonjak 100,12% secara year on year (yoy).
Sejalan dengan tren tersebut, sejumlah bank besar telah membukukan pertumbuhan transaksi digital pada semester I 2026.
Baca Juga: Jamkrida Sumbar Pangkas Target Aset 2026 Menjadi Rp 528,7 Miliar
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatat pertumbuhan transaksi digital pada semester I 2026. Hingga akhir Juni 2026, nilai transaksi mobile banking BNI mencapai Rp 1.153 triliun, naik 26% secara tahunan (year on year/YoY). Sementara itu, jumlah transaksinya tumbuh 32% YoY menjadi 1,357 miliar transaksi.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan penggunaan layanan digital BNI. Hingga akhir Juni 2026, jumlah pengguna wondr by BNI mencapai 15,1 juta, naik 76% YoY. Nilai transaksi melalui aplikasi tersebut melonjak 110% YoY menjadi Rp 958 triliun. Di segmen korporasi, volume transaksi BNIdirect juga meningkat 17% YoY menjadi Rp 6.039 triliun.
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, transformasi digital menjadi salah satu penggerak utama peningkatan produktivitas dan pertumbuhan bisnis perseroan.
"Integrasi antara kapabilitas jaringan dan solusi digital diharapkan dapat mempercepat akuisisi, memperluas transaksi, dan meningkatkan kualitas hubungan dengan nasabah," ujar Putrama dalam keterangan resmi, Rabu (5/8).
PT Bank Mandiri Tbk juga mencatat pertumbuhan transaksi digital pada semester I 2026. Hingga akhir Juni 2026, jumlah pengguna Livin' by Mandiri mencapai 41 juta, meningkat 24,3% YoY. Seiring bertambahnya pengguna, nilai transaksi melalui Livin' tumbuh 19,6% YoY, diikuti frekuensi transaksi yang meningkat 14,4% YoY.
Di segmen korporasi, platform digital Kopra by Mandiri juga mencatat pertumbuhan. Hingga Juni 2026, jumlah penggunanya mencapai sekitar 354 ribu, meningkat 26,8% YoY.
Baca Juga: Pengguna Paylater Bank Capai 32,8 Juta, Outstanding Tembus Rp 30,71 Triliun
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan, penguatan kapabilitas digital dilakukan untuk menghadirkan layanan yang lebih mudah diakses oleh nasabah.
"Seluruh kapabilitas digital Bank Mandiri merupakan sarana untuk menjangkau nasabah secara efektif dan efisien, bahkan hingga ke pulau-pulau terluar, guna mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat yang inklusif," ujar Novita.
Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus mencatat peningkatan pemanfaatan layanan digital pada semester I 2026. Hingga akhir Juni 2026, sekitar 99,8% dari total volume transaksi nasabah dilakukan melalui kanal digital. Perseroan juga melayani 32,9 juta nasabah hingga Juni 2026.
Di sisi mobile banking, penggunaan myBCA terus meningkat. Pada semester I 2026, aplikasi tersebut menyumbang sekitar 49% dari total nilai transaksi mobile banking BCA. BCA juga mencatat sekitar 57% pembukaan rekening baru dilakukan melalui kanal online.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan, transformasi digital yang dilakukan perseroan berfokus pada kebutuhan nasabah.
"Kami percaya bahwa transformasi digital harus selalu berpusat pada kebutuhan nasabah," ujar Hendra.
Adapun PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mencatat pertumbuhan penggunaan layanan digital pada semester I 2026. Hingga akhir Juni 2026, jumlah pengguna Balé by BTN mencapai 4,3 juta, meningkat 62,4% secara tahunan Seiring bertambahnya pengguna, nilai transaksi melalui aplikasi tersebut juga naik 55,3% YoY menjadi Rp67 triliun.
Baca Juga: OJK Terbitkan PADK No. 7 Tahun 2026 tentang Penilaian Kualitas Piutang Pembiayaan SMI
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, transformasi yang dijalankan perseroan juga dibarengi dengan penguatan ekosistem digital.
"Dengan kualitas aset yang semakin baik, struktur pendanaan yang semakin kuat, serta ekosistem digital yang terus berkembang, BTN optimistis mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Nixon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
