Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Di tengah perlambatan pertumbuhan kredit konsumsi industri perbankan, BCA Syariah justru mencatatkan kinerja pembiayaan konsumer yang solid sepanjang 2025.
Direktur BCA Syariah Pranata mengungkapkan, hingga akhir tahun 2025 pembiayaan konsumer BCA Syariah tumbuh 41,1% secara tahunan mencapai Rp 2,1 triliun.
Bank Indonesia (BI) mencatat, kredit perbankan nasional tumbuh 9,69% yoy hingga akhir 2025, dengan pertumbuhan terutama didorong oleh kredit investasi yang melesat 21,06% yoy. Sementara itu, kredit konsumsi melambat dengan pertumbuhan 6,58% yoy, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 7,2% pada November 2025.
Pranata menyebut, di tengah tren perlambatan kredit konsumsi industri, kinerja pembiayaan konsumer BCA Syariah masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Produk pembiayaan kepemilikan rumah (KPR iB) masih menjadi kontributor terbesar dalam portofolio pembiayaan konsumer perseroan.
Baca Juga: Perkuat Customer Centricity, Begini Agenda Transformasi Bisnis IFG pada 2026
Selain KPR iB, pembiayaan emas juga menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan. Sepanjang 2025, pembiayaan emas BCA Syariah melonjak 238,1% secara tahunan, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas.
“Pembiayaan emas terus mencatat pertumbuhan yang menggembirakan, sejalan dengan tren investasi emas yang semakin diminati masyarakat,” jelas Pranata kepada Kontan, Jumat (23/1/2026).
Dengan capaian tersebut, Pranata menilai daya beli masyarakat masih berada dalam kondisi yang solid. Hal ini memberikan ruang bagi BCA Syariah untuk terus mendorong pertumbuhan pembiayaan konsumer secara berkelanjutan pada 2026.
“Kami melihat daya beli masyarakat masih cukup kuat dan dapat mendorong pertumbuhan positif pembiayaan konsumer di tahun 2026,” pungkasnya.
Selanjutnya: Bayang-Bayang Bubble di Saham Teknologi
Menarik Dibaca: HP Realme Termurah 2 Jutaan: Rahasia Baterai Awet di Balik Prosesor Canggih
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













