kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS944.000 2,83%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Usai pemilu, kredit infrastruktur tak langsung melaju kencang


Kamis, 27 Juni 2019 / 14:59 WIB
Usai pemilu, kredit infrastruktur tak langsung melaju kencang

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran kredit bank ke sektor infrastruktur rupanya tidak langsung menggeliat setelah Pemilihan Presiden usai. Pertumbuhan kredit sejumlah bank di triwulan I masih lebih tinggi dibanding pasca pilpres.

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur misalnya telah mencatatkan penyaluran kredit Rp 2,87 triliun di sektor infrastruktur, tumbuh 19,46% dari periode yang sama tahun lalu dan tumbuh 33,4% dari Januari 2019.


Khusus di triwulan I, pertumbuhan kredit infrastruktur perseroan ini masih tumbuh sekitar 7,79%. Namun setelah pilpres, pertumbuhannya justru lebih lambat. "Pertumbuhan kredit infrastruktur setelah Pemilu hanya 4%." kata Ferdian Satyagraha, Direktur Keuangan Bank Jatim pada Kontan.co.id, Rabu (26/6).

Walau begitu, bank ini tetap yakin prospek sektor ini menjanjikan tahun ini dan menargetkan pertumbuhan kredit infrastruktur 43,76% hingga ujung tahun.

Senada, Bank BCA juga melihat prospek kredit infrastruktur masih menjanjikan. Adapun per kuartal I 2019 telah tumbuh 17,48%. Sampai akhir tahun, perseroan menargetkan busa mencapai Rp 12 triliun atau tumbuh di kisaran 10%. "Usai pilpres perkembangannya juga positif." kata Jan Hendra Sekretaris Perusahaan BCA.

Sedangkan Bank BTN per Maret 2019 telah menyalurkan kredit infrastruktur Rp 30 triliun, tumbuh 30% yoy. Menurut Mahelan Prabantarikso, Direktur perseroan, penggunaan kredit tersebut akan tergantung pada progres pengerjaan proyek infrastruktur.




TERBARU

Close [X]
×