kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Waduh, pertumbuhan kredit di bulan Mei 2020 jadi yang terendah sejak 1998


Senin, 29 Juni 2020 / 15:02 WIB
Waduh, pertumbuhan kredit di bulan Mei 2020 jadi yang terendah sejak 1998
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di salah satu bank di BSD Tangerang Selatan, Raby (24/6). Waduh, pertumbuhan kredit di bulan Mei 2020 terendah sejak 1998./Pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/24/06/2020.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk, Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi Covid-19 terus memukul fungsi intermediasi perbankan. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI, Senin (29/6) realisasi per Mei 2020 hanya tumbuh sebesar 3,04% secara year on year (yoy) menjadi Rp 5583,3 triliun.

Pertumbuhan ini melambat dibandingkan realisasi periode bulan sebelumnya yang masih tumbuh 5,73% yoy.

Baca Juga: Kalau berjalan sesuai jadwal, penambahan modal Bukopin sudah kelar sejak 17 Juni 2020

Bukan hanya kredit saja yang melambat, risiko kredit atau non performing loan (NPL) pun turut menanjak hingga menyentuh posisi 3,01% per Mei 2020 dari bulan sebelumnya 2,78%. Lalu, dilihat dari NPL nett tercatat meningkat hingga menyentuh 2,09% dari bulan April 2020 1,09%.

Faktanya, kendati masih bertumbuh OJK dalam presentasi ini mengatakan kredit di bulan Mei 2020 merupakan yang terendah sejak 1998. Pelemahan fungsi intermediasi juga terjadi hampir di seluruh jenis kredit.

Pertumbuhan paling lambat terjadi pada jenis kredit modal kerja (KMK) yang hanya tumbuh 1,43% yoy. Kemudian disusul kredit konsumsi yang tumbuh tipis 2,25% dan hanya kredit investasi saja yang masih tumbuh 6,75% per akhir Mei 2020 lalu.

Data tersebut juga menunjukkan kalau pelemahan kredit terjadi di seluru Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU), dengan pelambatan terutama terjadi di BUKU III yang menurun 0,57% yoy. Sementara untuk BUKU I, II dan IV masing-masing masih tumbuh 5,23%, 5,43% dan 4,54% yoy.

Baca Juga: Setiap hari, ada 5.000 pembukaan rekening baru secara online di Bank BCA

Kendati demikian, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan kepada DPR kalau kondisi likuiditas dan permodalan perbankan secara umum masih stabil. "Sebagai informasi bahwa permodalan (bank) tidak ada masalah dan likuiditas sudah oke," kata Wimboh, Senin (29/6).

Adapun, sebagai upaya untuk mendongkrak kredit di tengah pandemi Covid-19, pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) telah sepakat untuk melakukan penempatan dana di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Penempatan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.70/PMK.05/2020 tentang Penempatan Uang Negara Pada Bank Umum dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Baca Juga: Hingga 22 Juni, restrukturisasi kredit perbankan capai Rp 695,34 triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, Pemerintah akan menempatkan dana sebesar Rp 30 triliun ke empat bank plat merah. Singkatnya, penempatan dana ini bertujuan untuk mendorong perbankan agar lebih cepat menyalurkan kredit.

Nah, kalau dirinci ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi, antara lain jangka waktu penempatan dana ini hanya selama tiga bulan dengan tingkat bunga 80% BI 7 day reverse repo rate (7DRR).

“Bank memiliki kemampuan untuk menyalurkan dana dengan bunga yang lebih rendah dengan begitu kredit akan terus tersalurkan,” kata Sri Mulyani.

Baca Juga: Restrukturisasi kredit melandai di bulan Juni, OJK minta bank mulai genjot kredit

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×