kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Wah, ada 69 bank bermodal cekak yang wajib penuhi ketentuan modal baru


Rabu, 22 Januari 2020 / 18:17 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan kegiatan transaksi di Bank Cimb Niaga Jakarta, Senin (18/11). Beleid peningkatan modal minimum Rp 3 triliun pada 2022 bagi bank segera dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK)./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/18/11/2019.


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

Peningkatan modal menjadi Rp 3 triliun pada 2022 sendiri direncanakan OJK bakal dilakukan bertahap mulai tahun ini dengan minimum Rp 1 triliun, kemudian tahun depan minimum Rp 2 triliun.

Meskipun ada kelonggaran bagi bank daerah. Mereka baru diwajibkan memenuhi ketentuan modal minimum Rp 3 triliun pada 2024. Maklum, dari 27 bank daerah di tanah air, 17 diantaranya memang masih bermodal di bawah Rp 3 triliun.

Baca Juga: LPS akan kaji perluasan cakupan penjaminan

“Untuk BPD memang agak jadi tantangan, karena 51% saham mereka ini dimiliki pemerintah daerah, nah apakah pemerintah daerah semuanya punya komitmen untuk menambah modal?” Sambungnya.

Sementara untuk bank bermodal cekak lainnya sepanjang tergabung dengan pelaku industri lain diprediksi bakal mampu memenuhi ketentuan permodalan baru tersebut. Misalnya PT Bank Sahabat Sampoerna milik Sampoerna Group, PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) punya Wings Group.




TERBARU

[X]
×