Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) menargetkan peningkatan pembiayaan modal kerja pada 2026 sebagai bagian dari strategi memperkuat portofolio pembiayaan produktif.
Direktur WOM Finance Cincin Lisa Hadi mengatakan, perusahaan membidik penyaluran pembiayaan modal kerja lebih dari Rp 1 triliun pada 2026. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan sasaran yang dipasang pada 2025.
“Pembiayaan modal kerja diproyeksikan berkontribusi lebih dari 18% terhadap total pembiayaan pada 2026. Ini menjadi bagian dari upaya kami memperkuat portofolio pembiayaan produktif,” ujar Cincin kepada Kontan.co.id, Selasa (30/12/2025).
Baca Juga: OJK: SBN Masih Jadi Primadona Investasi Industri Asuransi
Memasuki akhir 2025 hingga awal 2026, WOM Finance terus menjalankan strategi pengembangan pembiayaan modal kerja dengan mengedepankan kualitas portofolio dan manajemen risiko.
Perusahaan mengoptimalkan penyaluran pembiayaan melalui produk Mobilku dan Motorku kepada nasabah dengan profil usaha yang sehat serta arus kas yang stabil.
Selain itu, WOM Finance juga mendorong efisiensi proses bisnis melalui pemanfaatan teknologi dan optimalisasi jaringan pemasaran.
Dari sisi ekspansi, perusahaan melihat peluang pertumbuhan pada segmen usaha produktif, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta sektor-sektor yang memiliki prospek pertumbuhan berkelanjutan.
Ke depan, WOM Finance berencana meningkatkan porsi pembiayaan modal kerja dengan target pertumbuhan lebih dari 10% dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: POJK Baru Buka Persaingan, Gadai ValueMax Siapkan Strategi Hadapi 2026
Pertumbuhan tersebut akan ditopang oleh penguatan skema pembiayaan yang lebih fleksibel dan adaptif, baik dari sisi tenor maupun manfaat produk, sehingga mampu menjangkau kebutuhan pembiayaan pelaku usaha skala kecil dan menengah.
Adapun hingga November 2025, penyaluran pembiayaan modal kerja WOM Finance telah menembus lebih dari Rp 1 triliun.
Capaian ini dinilai sejalan dengan ekspektasi perusahaan terhadap target pembiayaan modal kerja sepanjang 2025.
Di tingkat industri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan modal kerja industri multifinance per Oktober 2025 tumbuh 9,28% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 53,19 triliun, atau setara 10,53% dari total piutang pembiayaan industri multifinance.
Selanjutnya: Tragedi Tahun Baru di Swiss, Kebakaran Bar Resor Ski Tewaskan Puluhan Orang
Menarik Dibaca: Siklon Tropis Iggy di Selatan Jawa, Hujan Lebat Turun di Provinsi Ini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













