kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.557.000   3.000   0,12%
  • USD/IDR 18.093   -96,00   -0,53%
  • IDX 5.030   110,49   2,25%
  • KOMPAS100 648   16,04   2,54%
  • LQ45 514   12,41   2,48%
  • ISSI 166   2,88   1,77%
  • IDX30 289   6,27   2,22%
  • IDXHIDIV20 389   6,59   1,72%
  • IDX80 75   1,80   2,47%
  • IDXV30 108   1,64   1,54%
  • IDXQ30 97   2,23   2,35%

Zurich Terapkan Teknologi AI untuk Lini Asuransi Kendaraan Bermotor dan Kesehatan


Kamis, 05 November 2026 / 20:36 WIB
Zurich Terapkan Teknologi AI untuk Lini Asuransi Kendaraan Bermotor dan Kesehatan
ILUSTRASI. Country Manager Zurich Indonesia dan Presiden Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Edhi Tjahja Nega (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sempat menyampaikan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai dimanfaatkan industri perasuransian. PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk (ZAI) menjadi salah satu perusahaan asuransi yang sudah menerapkan teknologi AI di beberapa lini bisnis asuransi.

Country Manager Zurich Indonesia dan Presiden Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia, Edhi Tjahja Negara mengatakan AI memiliki peran penting dalam membantu perusahaan menjalankan proses bisnis. Edhi mengungkapkan AI sudah digunakan perusahaan di lini asuransi kendaraan bermotor untuk membantu melakukan survei.

"Untuk motor vehicle, kami memakai AI untuk proses surveinya. Jadi, sudah lebih efisien dan lebih cepat," ujarnya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2026).

Edhi menyampaikan pihaknya juga menggunakan teknologi AI untuk lini asuransi kesehatan. Dia bilang AI dimanfaatkan perusahaan dalam membantu proses klaim sehingga dapat mempercepat analisis.

"Untuk claim health, kami sudah memakai AI. Sebab, ada ribuan klaim yang masuk setiap hari," tuturnya.

Baca Juga: Zurich Nilai Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Tingkatkan Klaim Kesehatan

Menurut Edhi, pengelolaan bisnis juga tak hanya mengandalkan teknologi saja, melainkan diperlukan juga penguatan manajemen risiko agar perusahaan masih bisa bertahan dan terus bertumbuh di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan.

Sementara itu, Edhi juga masih optimis terhadap prospek industri asuransi umum pada tahun depan, Dia menerangkan hal itu dilihat dari masih adanya protection gap dan rendahnya penetrasi asuransi di Indonesia. Oleh karena itu, dia bilang industri perlu bekerja sama dengan semua pihak untuk menciptakan produk yang relevan buat masyarakat.

"Kuncinya, bersama-sama menciptakan produk layanan yang relevan," ucapnya.

Edhi juga menerangkan ada tantangan yang perlu disikapi industri dengan kehati-hatian pada tahun depan. Dia bilang tantangan datang dari kondisi makro ekonomi ada volatilitas pasar dalam jangka pendek. Untuk menyikapi tantangan itu, Zurich senantiasa meningkatkan manajemen risiko dan melakukan efisiensi.

Sebagai informasi, 3 lini utama yang berkontribusi terhadap total premi Zurich Asuransi Indonesia adalah asuransi kendaraan bermotor, asuransi properti, dan asuransi kesehatan. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di situs resmi, total premi yang dibukukan mencapai Rp 2,68 triliun per September 2026, atau tumbuh 15,52% Year on Year (YoY).

Baca Juga: Zurich Life Sebut Implementasi AI Dapat Membantu Mengelola Klaim Kesehatan

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menerangkan pemanfaatan AI merupakan bagian dari transformasi digital yang dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas layanan industri perasuransian. Meski demikian, dia menyebut penerapan AI harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan didukung tata kelola yang baik dan penerapan manajemen risiko memadai. 

"Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan bahwa risiko yang timbul dari penggunaan AI, seperti risiko operasional, siber, model (model risk), pelindungan data pribadi, serta bias algoritma, telah diidentifikasi, diukur, dipantau, dan dikendalikan secara efektif," ujarnya.

OJK juga memandang bahwa penerapan AI harus sejalan dengan prinsip kehati-hatian (prudential principle). Dengan demikian, Ogi mengatakan inovasi teknologi tidak mengorbankan kualitas pengelolaan risiko maupun pelindungan konsumen. 

Ke depannya, OJK mendukung pemanfaatan AI sebagai salah satu pendorong inovasi dan peningkatan daya saing industri perasuransian. Sejalan dengan itu, Ogi menyampaikan OJK akan terus memperkuat pendekatan pengawasan berbasis risiko (risk-based supervision) terhadap pemanfaatan teknologi digital. 

"Dengan demikian, inovasi dapat berkembang secara sehat, aman, bertanggung jawab, dan tetap menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, serta memberikan perlindungan yang optimal kepada pemegang polis," ucap Ogi. 

Baca Juga: Zurich Life Mulai Manfaatkan Teknologi AI Secara Bertahap di Lini Asuransi Kesehatan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×